Laporkan Masalah

RESPONSIVITAS PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL DALAM PENANGANAN TINGGINYA ANGKA BUNUH DIRI

YAN ANDREIAN, Dr. Ambar Widaniningrum, M.A

2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Fenomena bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul merupakan yang tertinggi di Indonesia, dari data yang disajikan WHO berada kisaran sekitar sembilan kasus per 100.000 jiwa dengan rerata tiap tahunnya mencapa 25 kasus bunuh diri. Bunuh diri fenomena bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul seperti fenomena gunung es yang hanya terlihat puncaknya, dalam artian angka tersebut adalah angka yang ditangani, sementara bisa jadi juga masih banyak kasus yang tidak ditangani oleh aparat kepolisian maupun bagian kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas serta terungkap ke publik karena lebih memilih menyimpan rapat sebab kematian. Beberapa kasus tindakan bunuh diri dilatarbelakangi oleh sakit yang tak kunjung sembuh, himpitan ekonomi, kesepian, hingga masalah asmara. Pencegahan bunuh diri saat ini belum memadai. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran menganggap bunuh diri sebagai masalah besar dan masyarakat masih menganggap sebagai suatu hal yang tabu untuk dibahas secara terbuka. Melalui pendekatan kualitatif deksriptif, penelitian ditujukan untuk mengetahui aspek yang melingkup bunuh diri dan responsivitas pemerintah yang dibagi menjadi dua tipe yakni tindakan langsung dan tindakan pencegahan. Dari aspek yang melingkupi, merupakan tipe altruistik, pelaku didominasi oleh lakilaki; usia >60 tahun; pekerjaan tani; dengan cara gantung diri; dilakukan di rumah. Responsivitas pemerintah dalam kategori rendah, meskipun telah ada alur informasi akan tetapi belum menjadi bahasan yang seharusnya menjadi prioritas.

-

Kata Kunci : bunuh diri, Gunungkidul, responsivitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.