Laporkan Masalah

KERAWANAN BANJIR BERDASARKAN PENDEKATAN BENTUKLAHAN PADA SUB DAS SILENG DAERAH ALIRAN SUNGAI PROGO

AHMAD ROSSI A, Prof. Dr. H.A.Sudibyakto, M.S.

2013 | Skripsi | GEOGRAFI

Penelitian ini dimaksudkan untuk menyusun peta kerawanan banjir di Daerah Aliran Sungai Sileng, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Penyusunan peta kerawanan banjir ini bertujuan untuk mengetahui sebaran bentuklahan di sub DAS Sileng dan menganalisis hubungan antara bentuklahan dengan kerawanan bencana banjir di sub DAS Sileng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyusun peta bentuklahan sebagai dasar penentuan kerawanan bencana banjir. Peta bentuklahan disusun melalui data topografi dan survei lapangan. Hasil pemetaan bentuklahan menunjukkan bahwa daerah penelitian dapat dibagi menjadi 9 jenis bentuklahan yaitu puncak dan lereng atas pegunungan struktural, lereng bawah pegunungan struktural, dataran kaki pegunungan struktural, puncak perbukitan denudasional, lereng atas perbukitan denudasional, dataran kaki perbukitan denudasional, lereng tengah perbukitan denudasional, dataran aluvial dan kipas aluvial. Berdasarkan jenis bentuklahnnya, daerah rawan bencana banjir terletak pada bentuklahan dataran aluvial, sedangkan daerah cukup rawan bencana banjir berada pada bentuklahan kipas aluvial sedang bentuklahan yang non fluvial merupakan daerah tidak rawan banjir. Sub daerah aliran Sungai Sileng didominasi oleh wilayah yang tidak rawan banjir dengan luas 1861,1 ha dengan prosentase 59,6%, wilayah cukup rawan bencana mempunyai luas 145,79 ha dengan prosentase 4,7% dan wilayah rawan bencana banjir mempunyai luas 1117,35 ha dengan prosentase luas 35,8%. Secara administrasi, sebaran wilayah yang mempunyai kerawanan bencana banjir sub daerah aliran sungai Sileng meliputi Desa Borobudur, Wanurejo, Candirejo, Ngargogondo, Tuksongo, Tanjungsari, Karanganyar, Ngadiharjo dan Karangrejo. Berdasarkan hasil kajian bentuklahan wilayah yang mempunyai bentuklahan asal proses fluvial merupakan daerah rawan banjir, sehingga keberadaan bentuklahan berhubungan erat dengan kerawanan bencana banjir.

This study intended to construct of flood vulnerability map in Sileng sub-watershed, Magelang regency, Central Java Province. The purpose of flood vulnerability mapping is to determine the distribution of landforms in the Sileng sub-watershed and to analyze of relationship between landforms with floods vulnerability. The method used in this research is to construct map of landforms as a base to determine of flood vulnerability. Landform map was compiled using topographical data and supported by field surveys. Result of Landform mapping shows that the study area was divided into 9 types of landforms; peaks and upper slopes of structural mountains, downslope structural mountain, footplains of structural hills, tops of denudational hills, upper slopes of denudational hills, footplains of denudational hills, middle slopes of denudational, alluvial plains and alluvial fan. Based on the type of landform, flood vulnerability areas located at alluvial plains landforms, while the quite vulnerable to floods on alluvial fan landforms and not vulnerable area at non fluvial landform. Sileng sub-watershed dominated by not flood vulnerable has an areas of 1861.1 ha or 59.6%, quite vulnerable areas has an area of 145.79 ha or 4.7% and the flood vulnerable areas has an area of 1117, 35 ha or 35.8%. Administratively, the distribution of flood vulnerability area was located at Borobudur village, Wanurejo, Candirejo, Ngargogondo, Tuksongo, Tanjungsari, Karanganyar, Ngadiharjo and Karangrejo. Based on the results of landforms study that a fluvial landforms areas has a flood vulnerabilty, so landform process associated with the flood vulnerability.

Kata Kunci : banjir, bentuklahan, kerawanan, sub das Sileng, mitigasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.