ANALISIS PARTISIPASI PETANI TEMBAKAU DALAM GERAKAN PROTES SOSIAL PENOLAKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 109 TAHUN 2012 : STUDI KASUS PETANI TEMBAKAU DI KABUPATEN TEMANGGUNG
SEKAR HERDIYANI, Drs. Bambang Sunaryo, M.Sc.
2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Penelitian ini mendiskusikan gerakan protes sosial petani tembakau di Kabupaten Temanggung dalam rangka penolakan Peraturan Pemerintah No.109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Sejarah mencatat bahwa kemunculan gerakan-gerakan protes sosial dari kalangan petani dalam menentang dominasi kekuasaan dan kebijakan-kebijakan penguasa menjadi kekuatan yang tak dapat dianggap remeh. Gerakan protes sosial petani tembakau di Kabupaten Temanggung lahir sejak tahun 80-an. Bertolak dari pro kontra tiada akhir isu tembakau, terlebih ketika pemerintah membuat sebuah kebijakan PP 109/2012 yang berpotensi mengancam keberlangsungan hidup petani tembakau, petani bergerak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 responden yang merupakan masyarakat petani tembakau di Kabupaten Temanggung. Selain menyebarkan kuesioner, pencarian data juga dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam narasumber terkait Dari penelitian ini, ditemukan bahwa faktor tingkat status ekonomi, tingkat pendidikan, status kepemilikan lahan, ketertarikan politik dan efikasi politik berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat partisipasi petani tembakau dalam gerakan protes sosial. Selain itu gerakan protes sosial petani tembakau yang digulirkan oleh petani-petani tembakau di Kabupaten Temanggung mampu membuat pemerintah kembali meninjau peraturan yang telah dibuat sebelumnya dengan memasukkan RUU Pertembakauan pada Prolegnas 2013.
This study discusses the social protest of tobacco farmers in Temanggung in order to reject “PP No.109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatanâ€. History record that the emergence of social movements are an effective way to change unjust and unfair policies. Social protest in Temanggung born since 80s. Starting from the endless of pros cons tobacco issue, this condition is heightened when the government makes a PP 109/2012 which potentially threaten the survival of the tobacco farmers. Farmers move. This study uses quantitative methods. Researchers used purposive sampling method with the number of respondents 96 respondents who were tobacco farmers in Temanggung. Besides distributing questionnaires, researchers conducted in-depth interviews with informants related. From this study, it was found that the factor levels of economic status, education level, tenure status, political interest and political efficacy significantly influence participation rates of tobacco farmers in social protest. The social protest of tobacco farmers in Temanggung was able to make the government re-reviewing the rules that have been made previously. This is evidenced by the inclusion of RUU Pertembakauan on Legislation 2013.
Kata Kunci : Gerakan protes sosial, Petani Tembakau, Peraturan Pemerintah No.109 tahun 2012