Laporkan Masalah

PEMODELAN SPASIAL UNTUK KAJIAN EFEKTIVITAS JANGKAUAN PELAYANAN PASAR TRADISIONAL MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD (Kasus : Kecamatan Banguntapan dan Piyungan)

ASRI LARASATI .P., Barandi Sapta Widartono, S. Si., M. Si,

2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketelitian citra Quickbird sebagai sumber data dalam menyadap informasi mengenai permukiman & pra sarana pasar tradisional, melakukan pemodelan spasial khususnya network analysis untuk menentukan jangkauan pelayanan pasar tradisional, dan mengetahui efektifitas jangkauan pelayanan pasar tradisional di Kecamatan Banguntapan dan Piyungan. Sumber data primer yang digunakan diperoleh dari interpretasi citra Quickbird dan survei lapangan. Metode yang digunakan dalam penentuan jangkauan pelayanan pasar tradisional adalah scorring, pengharkatan, overlay, dan analisis network (service area) dengan menilai variabel kepadatan permukiman, keteraturan permukiman, jarak permukiman terhadap pusat aktivitas, dan tingkat prasejahtera penduduk. SIG dimanfaatkan untuk memperoleh nilai potensi demand per unit permukiman melalui metode tumpang susun dengan pengharkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji ketelitian penggunaan lahan interpretasi citra Quickbird sebesar 92,54 %, dan uji ketelitian kepadatan permukiman sebesar 88 %, sedangkan uji ketelitian keteraturan permukiman sebester 89 %. Jangkauan pelayanan pasar Jangkauan pelayanan Pasar Ngipik adalah 12,45 km2 atau sebesar 35,55 %, untuk Pasar Panasan jangkauan pelayanannya seluas 13,88 km2 atau sebesar 39,63 %, sedangkan jangkauan pelayanan Pasar Ngipik dan Pasar Panasan adalah seluas 26,33 km2 atau sebesar 75,69% dari total wilayah Kecamatan Banguntapan dan Piyungan. Prosentase efektifitas tertinggi adalah di Desa Sitimulyo dengan luas jangkauan 2,21 km2 atau 52,74 % dari luas jangkauan pelayanan pasar tradisional terhadap potensi konsumen. Jangkauan pelayanan pasar tradisional di Kecamatan Banguntapan dan Piyungan masih kurang efektif terhadap beberapa sebaran potensi konsumennya. Prosentase tertinggi untuk jangkauan layanan pasar tradisional kategori kurang efektif terdapat di Desa Tamanan, yaitu 0,8 km2 dan Desa Jagalan dengan luas 0,23 km2 atau 100 % dari luas seluruh jangkauan pelayanan pasar tradisional terhadap potensi konsumen di Kecamatan Banguntapan dan Piyungan.

This research has purposes to know the accuracy of Quickbird imagery as a data source which uses to extract some information about settlement and pre means of traditional markets, to do spatial modeling especially network analysis to determine the range of the traditional markets service, and to determine the effectiveness of the range of traditional markets service in the District Banguntapan and Piyungan. Quickbird satellite imagery and field surveys are used as the primary data sources. The methods which are used to determine the range of the traditional markets service are scorring, overlay, and network analysis. In this research, a variable rate residential density, regularity settlements, settlements distance to the center of activities, and the level of disadvantaged populations are used as pharameters to decide the range of the traditional markets service. GIS is used to obtain the value of the potential demand through the overlay method with dignity. In this result, the value of accuracy test for land use Quickbird imagery interpretation is 92.54%, and residential density is 88%, while the settlements regularity is 89%. The range of Ngipik’s market service is 12.45 km2 or 35.55%, the range of Panasan’s market service is 13.88 km2 or 39.63%. Totally, the range of Panasan’s market and Ngipik’s market service is 26.33 km2 or 75.69% of the total area district Piyungan and Banguntapan. The highest effectiveness percentage is 2.21 km2 or 52.74% from the broad range of traditional markes service to potential consumers which is located in Sitimulyo. The range of traditional markets service in District Banguntapan and Piyungan has less effective toward to potential customers distribution. The highest percentage of the traditional markets service which are categorized “less effective” is 0.8 km2 which is located in Tamanan and about 0.23 km2 or 100% from the entire range of traditional markets service to the potential customers in the District Banguntapan and Piyungan which is located in Jagalan.

Kata Kunci : Citra Quickbird, Sistem Informasi Geografis, Efektifitas Jangkauan Pelayanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.