Laporkan Masalah

TINJAUAN KERUANGAN DAN PEMETAAN KAWASAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN TAHUN 2000-2009 DI KABUPATEN MAGELANG

SUSETYO ADI WIBOWO, Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.Agr. MP.

2013 | Skripsi | ILMU TANAH

Konversi lahan pertanian merupakan alih fungsi penggunaan semula berupa lahan pertanian menjadi penggunaan lahan non pertanian. Konversi lahan merupakan konsekuensi logis dari peningkatan aktivitas dan jumlah penduduk serta proses pembangunan lainnya. Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang masih memiliki banyak lahan pertanian yang produktif. Belakangan ini luasan lahan pertanian di Kabupaten Magelang semakin berkurang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2013 sampai September 2013. Proses overlay Peta Penggunaan lahan tahun 2000 dan tahun 2009 dilakukan untuk mengetahui besar konversi lahan pertanian di Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Konversi lahan pertanian di Kabupaten Magelang berdasarkan penggunaanya pada tahun 2000 sampai tahun 2009 seluas 6.521 Ha. Berupa Kebun 1.457 Ha, Sawah Irigasi 2.905 Ha, Sawah Tadah Hujan 1886 Ha dan Tegal 272 Ha menjadi area pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, industri, area kuliner, jasa penginapan dan yang dominan yaitu menjadi area pemukiman. Pola perkembangan wilayah dan konversi lahan pertanian di Kabupaten Magelang yaitu kombinasi pola Leap frog dan Ribbon perkembangan terdapat di kawasan strategis dan aksesbilitas yang baik yaitu sepanjang jalan arteri Semarang-Magelang-Yogyakarta dan jalan Kolektor. Faktor utama yang dominan menyebabkan terjadi konversi lahan pertanian di Kabupaten Magelang yaitu pertumbuhan penduduk dan alih fungsi penggunaan lahan pertanian menjadi penggunaan yang menghasilkan penerimaan lebih besar.

Agricultural land conversion is the change from the original form of agricultural to non-agricultural land use. Land conversion is a logical consequence of the increase in activity and population and other development processes. Magelang Regency is an area that still has a lot of productive agricultural land. Lately agricultural land area in the Magelang regency is decreasing. This study was conducted during May to September 2013. The 2000 and 2009 land use map overlaying process was conducted to determine the conversion of agricultural land in the Magelang Regency. The results showed that the conversion of agricultural land based on its use in Magelang Regency in 2000 to 2009 covering an area of 6,521 ha consist of the gardens of 1,457 ha, 2,905 ha of Irrigation Rice, Rainfed Rice of 1886 ha, dryland of 272 ha which then becoming the central area of economic activity, education, industry, cullinary area, lodging and services predominantly residential areas. Regional growth patterns and conversion of agricultural land in the Magelang Regency combination the Leap frog and Ribbon pattern contained in the strategic development and good accessibility along arterial roads namely Magelang - Yogyakarta - Semarang as well as the collector roads. The main factors that dominantly cause the conversion of agricultural land in the Magelang Regency, namely population growth and agricultural land use conversion into the greater area revenue.

Kata Kunci : Konversi Lahan Pertanian, Peta Penggunaan Lahan, Leap frog, Ribbon


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.