PENGARUH KONSENTRASI ALKALI AKTIF TERHADAP RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP SULFAT PADA KAYU TERAS DAN GUBAL EUKALIPTUS PELITA (Eucalyptus pellita)
TIYAS ANGGRAENY, Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.Sc
2013 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANUntuk menambah jenis alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri pulp dan kertas telah dicoba mengolah kayu eukaliptus pelita (Eucalyptus pellita). Pengolahan dilakukan dengan membedakan bagian kayu teras dan gubalnya menggunakan proses sulfat. Kayu E. pellita yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari PT. Medcopapua Industri Lestari, Merauke, Papua. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap secara faktorial. Faktor pertama adalah letak pada batang terdiri dari dua aras yaitu bagian kayu teras dan bagian kayu gubal. Faktor kedua adalah konsentrasi alkali aktif yang terdiri dari tiga aras yaitu konsentrasi alkali aktif 14%, 16% dan 18%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu E. pellita yang berasal dari Merauke, Papua dapat diolah menjadi bahan baku pulp menggunakan proses sulfat dengan hasil rendemen yang didapatkan berkisar antara 31,78 – 46,27%; nilai bilangan kappa antara 14,37 – 37,36; nilai indeks sobek lembaran pulp antara 0,75 – 1,68 mN.m2/g; nilai indeks tarik lembaran pulp antara 29,83 – 54,28 Nm/g; dan nilai indeks jebol lembaran pulp antara 1,21 – 2,46 Kpa.m2/g. Lembaran pulp yang dihasilkan menunjukkan bahwa parameter indeks jebol dipengaruhi secara nyata oleh faktor bagian kayu. Faktor konsentrasi alkali aktif berpengaruh secara nyata pada parameter rendemen, dan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter reject serta bilangan kappa.
A study on the possibility for utilizing eukaliptus pelita (Eucalyptus pellita) as a raw material for wood industries had been conducted by processing the wood into pulp. The wood was from PT Medcopapua Industri Lestari, Merauke, Papua. The wood chips were from two different sources that were heartwood and sapwood. They were processed into pulp by using sulphate process of three different alkali active of 14%, 16% and 18%, and a Completely Randomized Design was applied in this study. The results of research showed that E. pellita coming from Merauke was appropriate to be used for making pulp with sulphate process as it possesed yield value from 31,78 – 46,27%; kappa number was ranged for 14,37 – 37,36; tear strength was 0,75 – 1,68 mN.m2/g; tensile strength was ranging from 29,83 – 54,28 Nm/g and bursting strength was ranging from 1,21 – 2,46 Kpa.m2/g. The pulp sheet showed that bursting strength parameter was significantly influenced by position in stem. On the other hand, the alkali concentration significantly influenced the yield, reject, and kappa number of pulp.
Kata Kunci : pulp, Eucalyptus pellita, proses sulfat, teras dan gubal