Laporkan Masalah

PENAKSIRAN NILAI EKONOMI REHABILITASI KAWASAN MANGROVE DI DESA MOJO KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG

YUNISA ROSMAWATI, Agus Affianto, S.Hut., M.Si.

2013 | Skripsi | MANAJEMEN HUTAN

Rehabilitasi mangrove merupakan cost center sehingga tidak menjadi prioritas program pemerintah. Seringkali manfaat ekonomi maupun ekologi yang bersifat eksternalitas tidak diperhitungkan karena tidak memiliki harga pasar. Maka perlu dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap manfaat dan biaya rehabilitasi mangrove, agar efisiensi ekonomi dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui nilai manfaat langsung (nilai kayu) dan tidak langsung (nilai biologis, penahan abrasi dan penahan intrusi) yang diharapkan dengan adanya program rehabilitasi mangrove di pesisir desa Mojo, (2) mengetahui nilai taksiran ekonomi dari program rehabilitasi mangrove di pesisir desa Mojo menggunakan parameter ENPV, EBCR dan EIRR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain konsep with dan without, total economic value, change in productivity untuk menilai manfaat biologis dan penahan abrasi, serta cost saving untuk menilai manfaat penahan intrusi. Hasil kuantifikasi manfaat with rehabilitasi hutan mangrove seluas 26,13 ha di Desa Mojo, Pemalang diperoleh nilai total manfaat ekonomi sebesar Rp 241.288.075,00 /ha/tahun yang terdiri atas nilai manfaat langsung berupa nilai kayu sebesar Rp 3.331.466,00 /ha/tahun dan nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp 237.956.609,00 /ha/tahun yang dihitung dari manfaat biologis sebagai tempat pemijahan dan penyedia bahan makanan bagi biota akuatik senilai Rp 20.714.951,00 /ha/tahun; manfaat penahan abrasi senilai Rp 13.028.111,00 /ha/tahun; dan manfaat penahan intrusi senilai Rp 204.213.547,00 /ha/tahun. Hasil analisis ekonomi, diperoleh nilai ekonomi program rehabilitasi mangrove sebagai berikut : ENPV = Rp 340.875.517,00 (+); EBCR = 35 (>1); dan EIRR = 43% (>4,21%). Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa program rehabilitasi mangrove di Desa Mojo memberikan keuntungan secara ekonomi sehingga program tersebut layak untuk tetap dijalankan.

Mangrove rehabilitation is cost center that is not a priority government program. The economic and ecological benefit externality are not counted because it does not have market price. There should be comprehensive assessment of the benefits and costs of mangrove rehabilitation, so that economic efficiency can be achieved. These purposes research are (1) to know estimated direct value (wood value) and indirect value (biological, retaining abrasion and retaining intrusion value) with mangrove rehabilitation at the coastal of Mojo village, (2) and to know estimated economic value from mangrove rehabilitation by using ENPV, EBCR and EIRR parameter. The method used in this research are concepts with and without, the total economic value, change in productivity to assess biological benefits and retaining abrasion, and cost saving to assess retaining intrusion. Results quantifying the benefits with mangrove rehabilitation area of 26,13 ha obtained a total value of economic amounting to Rp 241.288.075,00 /ha/year which consists of direct use value in the form of mangrove wood value of Rp 3.331.466,00 /ha/year and indirect use value of Rp 237.956.609,00 /ha/year, calculated from the biological benefits as spawning and feeding ground of Rp 20.714.951,00 /ha/year; retaining abrasion of Rp 13.028.111,00 /ha/year, and retaining intrusion of Rp 204,213,547.00 /ha/year. Results of economic analysis, obtained economic value of mangrove rehabilitation are followed : ENPV = Rp340.875.517,00(+); EBCR=35 (>1); and EIRR = 43% (>4,21%). These values show that mangrove rehabilitation in the Mojo village giving benefit economically so that program remains viable to be continued.

Kata Kunci : rehabilitasi mangrove, eksternalitas, total economic value, change in productivity, cost saving


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.