HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEPIAN DENGAN TINGKAT INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI DESA SRIMULYO KECAMATAN PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA
VINNA FITRIANA, Purwanta, S.Kp., M.Kes.,
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATANmerupakan masalah psikologis yang paling banyak terjadi pada lansia Kesepian yang dialami lansia memberikan dampak terhadap kesehatan melalui gangguan tidur. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling banyak dijumpai pada lansia. Insomnia yang dialami lansia menimbulkan dampak yang cukup serius yakni berupa terganggunya fungsi individu, penurunan kualitas hidup, meningkatkan resiko jatuh, resiko disfungsi kognitif bahkan dapat menyebabkan kematian Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kesepian dengan tingkat insomnia pada lansia di Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul. Subjek dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur 60 tahun atau lebih dengan jumlah 78 orang dan diambil dengan teknik cluster sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah instrumen UCLA Loneliness Scale Version 3 dan kuesioner KSPBJ Insomnia Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Sommers’d. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesepian lansia di desa srimulyo kecamatan piyungan kabupaten bantul yogyakarta adalah tidak kesepian yakni sebanyak 43 lansia (55,1%). Tingkat insomnia lansia berada pada tingkat ringan yakni sebanyak 53 lansia (67,9%). Hasil penghitungan statistic menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,257 dengan p= 0,04. Kesimpulan: ada korelasi antara tingkat kesepian lansia dengan tingkat insomnia pada lansia di Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta.
Background: Loneliness as one of prosperity indicator of elderly is the most common psychological problem among elderly. Loneliness gives some effect of health through sleep problem. The common one is insomnia. On elderly, insomnia can give some serious effect such as, individual function problem, decreasing of life quality, increasing of fall risk, cognitive disfunction risk and also causing death. Objectivity: To identify the correlation between loneliness and insomnia level among elderly Method: The study was descriptive correlative research with cross sectional design. The location was in Simulyo village Piyungan subdistric Bantul regency Yogyakarta. The subject were over 60 years old, amount of 78 people were taken using cluster sampling technique. Research instruments were KSPBJ insomnia rating scale and UCLA loneliness scale. Data analysis used Sommers’d. Result: The research result shows that loneliness level among elderly are not lonely in 55,1% (43 people) and insomnia level among elderly are low level in 67,9% (53 people). The statistic shows correlation coefficient 0,257 with p=0,04. Conclusion: There is correlation between loneliness and insomnia level in the elderly at Srimulyo village Piyungan subdistric Bantul regency Yogyakarta.
Kata Kunci : lansia, kesepian, insomnia