Laporkan Masalah

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KEDALAMAN TANAH DENGAN SUDUT LERENG PADA BENTUKLAHAN LERENG BAWAH VULKANIK SUB DAS KODIL PROVINSI JAWA TENGAH

GARRI MARTHA KUSUMA WARDHANA, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.

2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji distribusi sudut lereng, 2) mengkaji distribusi kedalaman tanah, 3) mengkaji hubungan antara kedalaman tanah dengan sudut lereng, dan 4) evaluasi deskriptif pemanfaatan lahan terkait dengan lereng dan kedalaman tanah pada bentuklahan lereng bawah vulkanik Gunungapi Sumbing di Sub DAS Kodil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pedogeomorfologi. Pembuatan peta sudut lereng dilakukan dengan analisis DEM dan survai lapangan. Pengambilan data distribusi kedalaman tanah dilakukan dengan survai lapangan. Analisis hubungan antara kedalaman tanah dengan sudut lereng menggunakan tabel silang dan evaluasi deskriptif pemanfaatan lahan terkait lereng dan kedalaman tanah dilakukan dengan survai lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klas sudut lereng yang dominan di daerah penelitian adalah klas sudut lereng 1 (0 – 2o) sebesar 27.75%, klas sudut lereng 3 (4 – 7o) sebesar 23.31% dan klas sudut lereng 4 (7 – 12o) sebesar 21.01%. Klas kedalaman tanah yang dominan adalah klas 3 (2 – 3 m) sebesar 45% dan klas 4 (> 3 m) sebesar 42%. Klas sudut lereng tidak menunjukkan pola morfologi global dari lereng gunungapi. Klas sudut lereng 1 hingga klas sudut lereng 5 menunjukkan hubungan berbanding terbalik dengan klas kedalaman tanah. Klas sudut lereng 1 dan 2 berada pada klas kedalaman tanah 4. Klas sudut lereng 3 dan 4 berada pada klas kedalaman tanah 3. Klas sudut lereng 5 berada pada klas kedalaman tanah 2. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara kedalaman tanah dengan sudut lereng pada bentuklahan lereng bawah vulkanik Gunungapi Sumbing. Pemanfaatan lahan di daerah penelitian terutama di lereng – lereng curam masih banyak dimanfaatkan untuk sawah. Hal ini akan menyebabkan ancaman erosi yang besar.

This Study aims to 1) examine distribution of slope, 2) examine distribution of soil depth, 3) examine relationship between soil depth and slope, and 4) descriptive evaluation of landuse associated with soil depth and slope in downslope of Sumbing volcano in Kodil catchment area. This study use descriptive-qualitative method on pedeogeomorphological approach. Mapping of slope used DEM analysis and field survey. Soil depths sampling are conducted by field survey. Analysis of the relationship between soil depth and slope use crosstab. Descriptive evaluation of landuse associated with soil depth and slope use field survey methods. The results showed that the slope of the dominant classes in the study area are the slope class 1 (0– 2o) of 27.75%, slope class 3 (4 – 7o) of 23:31% and slopeclass 4 (7 – 12o) of 21:01%. The dominant soil depth classes are class 3 (2-3 m) by 45% and class 4 (> 3 m) by 42%. Slope classes shows no pattern of global morphology of slopes of the volcano. Slope class 1 to class 5 showed the slope class is inversely related to soil depth class. Slope classes 1 and 2 are in class 4 of soil depth. Slope clasess 3 and 4 are in class 3 of soil depth. Class 5 is in class 2 of soil depth. The results of this study showed a relationship between soil depth and slope in downslope of Sumbing volcano. Landuse in the research area, especially on steep slopes are still widely used for rice fields. It will cause a great threat of erosion.

Kata Kunci : Sudut lereng, kedalaman tanah, tabel silang, lereng bawah vulkanik, pemanfaatan lahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.