Laporkan Masalah

ANALISIS NUMERIS STABILITAS LERENG CLAYSHALE (Studi Kasus: Jalan Tol Semarang - Solo, Paket VI Lemah Ireng-Bawen pada Sta.22+500 )

PRIMASTUTI MUSTHIKA WARDANI, Prof. Dr. Ir. Hary Christady Hardiyatmo, M.Eng., DEA.

2013 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Kebutuhan mobilitas orang yang tinggi dari Semarang – Solo maupun sebaliknya merupakan alasan dibangunnya Jalan Tol Semarang – Solo oleh pemerintah. Jalan Tol Semarang – Solo Paket VI, Lemah Ireng- Bawen, melewati tanah clayshale yang mempunyai sifat mekanis berupa penurunan kuat geser. Penanganan yang dilakukan kontraktor, dengan melakukan perubahan kemiringan trapping lereng, menyebabkan kebutuhan pembebasan lahan sehingga berdampak pada kebutuhan biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan penanganan lereng clayshale dengan memberikan penanganan permukaan sehingga pembebasan lahan tidak perlu dilakukan. Kemiringan lereng tetap dipertahankan 1H:2V dan penanganan permukaan menggunakan dinding pasangan batu (lining). Analisis numeris dilakukan untuk mengetahui stabilitas lereng awal dan stabilitas lereng dengan penanganan permukaan berupa lining. Pemodelan lereng dengan penurunan kuat geser pun dilakukan untuk mengetahui stabilitas lereng setelah terekspos air, udara, dan sinar matahari. Analisis dilakukan pada stationing 22+500 dengan menggunakan software Plaxis versi 8.6 dan Slope/W 2004. Output dari analisis numeris berupa faktor aman dan total displacements setiap tahap penggalian. Faktor aman yang didapat pada pemodelan lereng dengan penurunan kuat geser mempunyai nilai 0,848 pada parameter design dan 0,257 untuk parameter residual. Sedangkan pada pemodelan lereng awal dan lereng dengan lining mempunyai nilai 1,137 pada lereng awal dan 1,357 pada lereng dengan lining. Sehingga dapat dikatakan lereng awal stabil atau aman dan lereng mampu menahan beban berupa lining. Pemodelan lereng dengan beban gempa didapatkan hasil bahwa lereng kuat menahan beban gempa arah kiri namun tidak kuat menahan beban arah kanan. Untuk keamanan jangka panjang diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penanganan lereng dengan beban gempa.

The high mobility of people from Semarang to Solo, or vice versa, is the reason of construction of Toll Road Semarang - Solo by the government. Toll Road Semarang - Solo Section VI , Lemah Ireng-Bawen, passes through clayshale soil that has mechanical properties such as shear strength reduction. To handle this problem contractor changed the slope of trapping and consequently it requires land acquisition that have an impact on the cost and time requirements. This study aims to provide suggestions clayshale slopes handling by providing surface treatment so that land acquisition does not need to be done. Slope is maintained at 1H: 2V and surface treatment uses masonry walls (lining). Numerical analysis was performed to determine the initial slope stability and slope stability by lining a surface treatment. Modeling slope with a decrease in shear strength was conducted to determine the stability of the slope after the exposure of water, air, and sunlig. Analysis was performed on stationing 22 +500 by using PLAXIS software version 8.6 and Slope / W 2004. Output from a numerical analysis are safety factors and total displacements every stage of excavation. Safety factors obtained on the slopes with a decrease in shear strength design has a value of 0,848 on the design parameter and 0,257 on the residual parameter. While the initial slope and slope modeling by lining has a value 1,137 on the initial slopes and 1,357 on the slopes with the lining. So it can be said that initial slope is stable or secure and can withstand lining load. Slope with earthquake load modeling shows that the slopes strongly resist earthquake loads left direction but not right direction. For the longterm safety, it needs further research regarding the handling of the slope with earthquake loads.

Kata Kunci : analisis numeris, stabilitas lereng, clayshale, lining


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.