Laporkan Masalah

Mekanisasi alat tangkap ikan dan efisiensi kerja nelayan Soma Pajeko :: Studi kasus di Kecamatan Bitung Tengah, Kotamadya Bitung Provinsi Sulawesi Utara

ALING, Djuwita Rosthati Ruth, Prof.Dr. Sunyoto Usman

2001 | Tesis | S2 Sosiologi

Tujuan penelitian ini ialah untuk (1) mengetahui sistem kehidpan nelayan tradisional, (2) mengetahui pergeseran dan perubahan sistem kehidupan nelayan tradisional akibat berlakunya mekanisasi alat tangkap ikan, (3) mengetahui efisiensi kerja nelayan tradisional dan perubahannya. Penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah nelayan pengguna alat tangkap ikan soma pajeko. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner, wawancara, dan observasi partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan pemakai soma pajeko sebelum ada pemekanisasian alat tangkap ikan, adalah nelayan tradisional. Ketradisionalan mereka dilihat dari masih sederhannya alat tangkap ikan danalat bantu penangkapan, belum adanya sistem manajemen hasil tangkapan, dan efisiensi kerja nelayan rendah. Dengan demikian, mereka rentan terhadap tekanan alam dan tekanan ekonomi. Keadaan ini berubah pada saat diberlakukannya mekanisasi perikanan, pada sekitar tahun 1980-an, yaitu dengan mulai memasyarakatnya soma pajeko di Kecamatan Bitung Tengah, Kotamadya Bitung, Sulawesi Utara. Mekanisasi ini terlihat dari segi alat tangkap ikan berupa rancang bangunnya, optimalisasi bahannya, kecepatan melingkar jaringnya, kecepatan tenggelam pemberatnya, dan kecepatan penarikan tali cincinnya. Di samping itu terlihat adanya penerapan sistem manajerial terhadap sumber daya nelayan dan sumber daya ikan, diversifikasi usaha, dan analisis finansial diperoleh hasil yang memperkuat alas an, bahwa usaha ini layak untuk diteruskan dan dikembangkan. Gayut retat dengan mekanisasi alat tangkap ikan itu adalah efisiensi kerja nelayan. Perubahan efisiensi kerja kea rah peningkatan mutu efisiensi kerja, tampak melalui persepsi kerja berupa premis budaya mainakut, yaitu dilakukan pekerjaan sebagai nelayan dengan sungguh-sungguh agar berhasil. Dalam penjabaran selanjutnya, hal ini terjiwai melalui premis yang berbunyi bahwa bekerja adalah bagian hidup, bekerja adalah panggilan jiwa, bekerja adalahaktualisasi diri, dan bekerja adalah sumber penghasilan. Lebih dari itu nelayan bersikap hidup berdasarkan pada nilai berketuhanan (bereligius), berdisiplin, bekerja keras, bermotivasi, berkreativitas dan berinisiatif.

-

Kata Kunci : Nelayan Tradisional,Efisiensi Kerja,Masyarakat Nelayan, mechanization, work efficiency, cultural values.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.