KAJIAN DAYA DUKUNG WILAYAH DI DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG
LUKMAN HAKIM GAFURI, Dr. Andri Kurniawan, M.Si.
2013 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHPerkembangan Kota Semarang yang sudah merembet ke daerah pinggiran dan sekitarnya, khususnya ke arah selatan, membuat proses konversi lahan banyak terjadi. Berdasarkan RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031, wilayah pinggiran Kota Semarang memiliki arah perencanaan sebagai fungsi permukiman, pertanian, dan konservasi. Daerah pinggiran Kota Semarang masih memiliki potensi lahan untuk dibangun menjadi kawasan permukiman. Namun, disisi lain keberadaan lahan pertanian dan hutan produksi/rakyat tetap perlu dilestarikan. Penelitian ini mengkaji aspek daya dukung wilayah untuk kepentingan pengembangan wilayah di Kecamatan Mijen, Gunungpati, Banyumanik, dan Tembalang, dengan menggunakan 3 (tiga) jenis pendekatan perhitungan daya dukung, yaitu: daya dukung lingkungan pertanian, daya dukung fungsi lindung, dan daya dukung permukiman. Tujuan penelitian ini meliputi: menganalisis daya dukung pada tingkat kelurahan tahun 2000 & 2008, memproyeksikan kondisi daya dukung pada tahun 2028, dan menyusun tipologi wilayah serta memberi masukan kebijakannya. Pengolahan data dilakukan pada data sekunder tahun 2000 dan 2008. Baik itu data statistik, maupun data citra dan spasial. Data statistik diolah secara matematis dan dipetakan dengan metode klasifikasi interval teratur serta menurut ketentuan yang berlaku. Pada penelitian ini menggunakan citra Landsat 7 ETM+, dan diolah dengan metode supervised classification. Gambaran daya dukung pada tahun 2028 ditentukan berdasarkan pertumbuhan penduduk dan laju perubahan penggunaan lahannya. Untuk menyusun tipologi wilayah, digunakan metode KMeans Clustering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daya dukung wilayah mengalami penurunan nilai dan kualitasnya. Faktor fisiografi (kenampakan fisik) dan demografi (penduduk) mempengaruhi kondisi daya dukung yang ada. Sedangkan faktor kekotaan dan aksesibilitas memberikan pengaruh secara tidak langsung. Tipologi wilayah yang terbentuk sebanyak 4 (empat) cluster. Cluster 1 memiliki keunggulan pada fungsi lindung yang masih mendukung. Cluster 2 memiliki keunggulan pada lingkungan pertanian yang masih mendukung. Cluster 3 memiliki keunggulan pada semua fungsi yang ada dan cluster 4 hanya unggul dalam fungsi permukiman yang masih mendukung. Menurut pola persebarannya, cluster 1 mengelompok pada wilayah bagian barat dan cluster 4 mengelompok pada wilayah bagian timur.
Urban sprawl of Semarang that has spread to the urban fringe and surrounding areas, particularly to the south, making the process much land conversion occurs. Based RTRW Kota Semarang 2011-2031 , a urban fringe of the city of Semarang has a way of planning as a function of settlement, agriculture, and conservation. Semarang urban fringe area still has the potential of land to be built into the settlement area. However, on the other hand the existence of agricultural land and forest production still need to be preserved . This study examines aspects of the carrying capacity of the region for the benefit of regional development in the Kecamatan Mijen, Gunungpati, Banyumanik, and Tembalang, using three (3) types of bearing capacity calculation approach, namely: Agricultural environmental carrying capacity, carrying capacity protection function, and the carrying capacity of settlements. The purpose of this research include: analyzing the carrying capacity at district level in 2000 and 2008, the carrying capacity of the projected conditions in 2028, and compiled a typology of regions and provide policy input. Data processing is done in the secondary data in 2000 and 2008. Both the statistical data, as well as image data and spatial. Statistical data mathematically processed and mapped with regular intervals and classification method according to applicable regulations. In this study using Landsat 7 ETM+ imagery, and processed with a supervised classification method. Overview carrying capacity in 2028 is determined by the rate of population growth and land use changes. To prepare the area typology, use the method of K- Means Clustering. Results of this study indicate that the carrying capacity of the region and its quality is impaired . Physiographic factors (physical appearance) and demographic (population) affect the carrying capacity of the existing conditions. While the urban and accessibility factors influence indirectly. Typology of regions formed by 4 (four) clusters. Cluster 1 has the advantage of supporting functions that are still protected. Cluster 2 has the advantage in the agricultural environment that was supportive. Cluster 3 has the advantage that all existing functions and cluster 4 only superior in function of settlements are still supportive. According to the spreading pattern, cluster 1 to cluster in the western region and cluster 4 to cluster in the eastern part .
Kata Kunci : daya dukung, pinggiran kota, tipologi wilayah