Laporkan Masalah

UJI TOKSISITAS PEMBERIAN BERULANG SELAMA 28 HARI EKSTRAK ETANOLIK TIDAK LARUT n-HEKSAN TUMBUHAN SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa (Jack) Bl.) PADA TIKUS BETINA WISTAR: TINJAUAN TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERTA GAMBARAN HISTOPATOLOGIS GINJAL

RYANITA ISEPTA PUTRI, Prof. Dr. Ediati, S.E., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Uji toksisitas pemberian berulang selama 28 hari ekstrak etanolik tidak larut n-heksan tumbuhan sarang semut (Myrmecodia tuberosa (Jack) Bl.) pada tikus betina Wistar, tinjauan terhadap kadar ureum dan kreatinin serta gambaran histopatologis ginjal secara umum bertujuan untuk mengevaluasi keamanan ekstrak etanolik tidak larut n-heksan tumbuhan sarang semut bila digunakan dalam jangka panjang. Pada penelitian digunakan metode OECD Test Guideline 407 modifikasi dengan 28 ekor hewan uji tikus betina Wistar sehat, dewasa dan berat seragam (125-150 gram). Hewan uji dibagi ke dalam empat kelompok secara random terdiri dari satu kelompok kontrol CMC-Na 0,5% dan tiga kelompok dosis 35 mg/kg BB, 70 mg/kg BB dan 140 mg/kgB. Dosis diberikan sekali sehari secara oral. Volume pemberian disesuaikan dengan berat badan tikus. Data kualitatif meliputi pengamatan gejala toksis dan histopatologis, dibandingkan terhadap kontrol untuk melihat perubahan fungsional yang mungkin terjadi. Data kuantitatif meliputi perkembangan berat badan, asupan makanan dan minuman serta kimia darah (ureum dan kreatinin) dianalisis dengan uji statistika taraf kepercayaan 95% dan dibandingkan dengan nilai normal literatur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik tidak larut n-heksan tumbuhan sarang semut dosis 35 mg/kg BB, 70 mg/kg BB dan 140 mg/kgBB tidak menimbulkan perubahan Purata Kenaikan Berat Badan per-tiga hari (PKBP) dan asupan makanan namun memberikan pengaruh penurunan asupan minuman. Pengamatan gejala toksik menunjukkan pada dosis 140 mg/kgBB menyebabkan kerontokan bulu. Uji parameter kimia darah menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap kadar ureum namun ada pengaruh terdahap kadar kreatinin. Uji gambaran histopatologis menunjukkan pada dosis 140mg/kgBB mengakibatkan degenerasi hidropik epitel tubulus organ ginjal.

-

Kata Kunci : tumbuhan sarang semut, ureum, kreatinin, gambaran histopalogis ginjal.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.