STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN KESEHATAN GINGIVADI DAERAH TERTINGGAL(Kajian pada Siswa SMP Muhammadiyah 1 Pundong Desa SeloharjoKecamatan Pundong Kabupaten Bantul)
NORANITA EVI SETIYA WERDANI, drg. Prayitno, SU.
2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGIKondisi daerah yang tertinggal dapat mempengaruhi status kebersihan mulut dan kesehatan gingiva anak. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor resiko seperti perilaku menyikat gigi, sosial ekonomi, serta kunjungan kedokter gigi, dan perbedaan tempat tinggal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keadaan kebersihan mulut dan kesehatan gingiva di daerah tertinggal pada murid SMP Muhammadiyah 1 Pundong. Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif dengan subjek sejumlah 210 siswa. Penelitian ini dianalisis dengan distribusi frekuensi diagram batang dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status kebersihan mulut dan kesehatan gingiva di daerah tertinggal mengalami persentase tertinggi pada kategori cukup (48,6%) sedangkan yang menderita gingivitis ringan sebesar (56,2%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa status kebersihan mulut dan kesehatan gingiva murid SMP Muhammadiyah 1 Pundong yang berada didaerah teringgal mengalami kebersihan mulut cukup dan gingivitis ringan, sehingga perlu dilakukan pencegahan dalam kesehatan gigi dan mulut untuk menghambat terjadinya perkembangan penyakit.
The condition of a rural recidence can affect child’s oral hygiene and gingival health status. This is affected by some risk factors such as brushing teeth behaviour, social economy, dental visit and the difference of living place. This study aimed to find out the picture of oral hygiene and gingival health status in a left behind area in the student of SMP Muhammadiyah 1 Pundong. This study was a descriptive survey with a total of 210 subjects. This Study was analyzed by a bar diagram frequency distribution and presented descriptively. The result of this study showed that oral hygiene and gingival health status in a rural recidence had the highest percentage in a moderate category (48,6%) while the ones with mild gingivitis had a percentage of (56,2%). This study was can concluded that the majority of SMP Muhammadiyah 1 Pundong experience oral hygiene moderate category and mild gingivitis, necessary preventive oral health to prevent disease progression.
Kata Kunci : Status kebersihan mulut, status kesehatan gingiva, daerah tertinggal, faktor resiko