PENENTUAN LOKASI PENGEMBANGAN WANATANI MENGGUNAKAN APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
RONA HENDRIANA, Prof. Dr. Hartono DEA., DESS.
2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHKabupaten Pemalang memiliki hutan yang cukup luas. Total luas hutan di Kabupaten Pemalang adalah seluas 29.972,88 Ha (26%) merupakan areal hutan negara dan hutan rakyat. Melihat kondisi tersebut pengelolaan hutan sangat diperlukan diantaranya yaitu pengelolaan hutan dengan wanatani. Kabupaten Pemalang memiliki wilayah hutan yang luas sehingga pengeloaan wanatani di kawasan hutan ini sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kondisi hutan yang ada. Dengan demikian penentuan lokasi pengembangan wanatani dapat menjaga hubungan tersebut. Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi dapat digunakan sebagai alat pengelolaan hutan dalam hal ini penentuan lokasi wanatani. Citra yang digunakan pada penelitian ini memanfaatkan citra Landsat 5 perekaman tanggal 31 Juli tahun 2009 yang meliputi daerah Jawa Tengah. Parameter yang digunakan dalam pembuatan Peta Penentuan Lokasi Pengembangan Wanatani yaitu; Peta Arahan Penggunaan Lahan, Peta Kerapatan Kanopi, Peta Indeks Bahaya Erosi, dan Peta Indeks Desa Tertinggal, dari parameter tersebut dengan menggunakan metode skoring dan matcing yang kemudian akan menghasilkan informasi penentuan lokasi prioritas 1, prioritas 2, prioritas 3, dan non prioritas. Hasil korelasi hubungan antara nilai indeks transformasi vegetasi NDVI dengan lebar kanopi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut saling berhubungan satu sama lain. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya nilai R² pada hasil korelasi kedua variabel tersebut sebesar R² =0,647 Tingkat akurasi penelitian ditentukan dengan menggunakan standard error (SE). Nilai SE untuk transformasi indeks vegetasi NDVI sebesar 1,8521. Nilai ini menunjukkan bahwa pada setiap nilai yang dihasilkan pada penelitian tersebut, hanya mengalami pergeseran sebesar 1,8521 pada setiap model transformasi yang dibuat. Prioritas pengembangan wanatani kawasan hutan di Kabupaten Pemalang dibagi menjadi 3 prioritas yaitu prioritas 1 memiliki luas 2943,46 ha atau 11,27% dari luas kabupaten pemalang seluruhnya.. Prioritas 2 memiliki kriteria kondisi bahaya erosi yang rentan sehingga perlu dilakukan wanatani sedangkan luas pada prioritas 2 ini adalah 1925,90 ha atau 7,37% dari luas Kabupaten Pemalang seluruhnya.. Pada prioritas 3 memiliki 7894,95 ha atau 30,23% yang
Pemalang have ample forests . The total forest area in the district is an area of 29972.88 hectares Pemalang ( 26 % ) is a state forest and private forest . Seeing the condition of forest management is needed among which forest management with agroforestry . Pemalang district has extensive forest areas so that management of agroforestry in forest area is very good for improving public welfare and maintaining the existing forest conditions . Thereby determining the location of agroforestry development can maintain the relationship Remote Sensing and Geographic Information Systems can be used as a forest management tool in the determination of the location of agroforestry . The image used in this study utilizing Landsat 5 recording of July 31 2009 which covers an area of Central Java . The parameters used in the manufacture of Agroforestry Development Siting Map namely ; Landing Land Use Map , Canopy Density Map , Erosion Hazard Index Map and Map Index Underdeveloped Villages , from the parameters using the scoring method and matcing which will then result in the determination of the location information priority 1 , priority 2 , priority 3 , and nonpriority . The correlation relationships between NDVI vegetation index value transformation with a canopy width indicates that the two variables are related to one another . This is indicated by the value of R ² on the results of the correlation between the two variables of R ² = 0.647 The accuracy of the study was determined using the standard error ( SE ) . SE values for NDVI vegetation index transformation of 1.8521 . This value indicates that the value generated in each of these studies , only a shift of 1.8521 on each model transformations are made . Agroforestry development priority forest areas in Pemalang divided into 3 priority is priority 1 has an area of 2943.46 ha or 11.27 % of the fully Pemalang .. Priority 2 has criteria that erosion prone conditions that need to be done while the area of agro-forestry in priority 2 is 1925.90 ha or 7.37% of the total Pemalang entirely .. On priority 3 has 7894.95 ha or 30.23 % were.
Kata Kunci : Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Wanatani, NDVI, Prioritas Lokasi pengembangan wanatani