DAYA TRUBUS SENGON PADA VARIASI MEDIA DALAM KULTUR JARINGAN
DEANOVA.F. BR PELAWI, Ir. W.W.Winarni, M.P.,
2013 | Skripsi | BUDIDAYA HUTANSengon yang berasal dari Papua diduga lebih tahan terhadap karat tumor di bandingkan dengan sengon yang ada di Jawa. Benih sengon yang berasal dari Papua ketersediaanya relatif sedikit dan harganya mahal. Penelitian kultur jaringan dengan Rancangan penelitian CRD dan ulangan sebanyak 9 kali menggunakan sengon provenan Kaimana bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi media MS (50%, 75%, dan 100%), pemberian zat pengatur tumbuh (BA 2 ppm dan IBA 0,2 ppm), dan posisi penanaman pada pertumbuhan tanaman sengon (horizontal dan vertikal). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi media MS yang terbaik pada perkecambahan sengon adalah media MS dengan konsentrasi 50%. Zat pengatur tumbuh BA 2 ppm dan IBA 0,2 ppm tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan tunas trubusan sengon. Tunas trubusan terbaik yang dihasilkan satu eksplan sebanyak 5 tunas. Kombinasi perlakuan terbaik dalam menghasilkan tunas adalah 75% H. Posisi penanaman secara horizontal dan vertikal memberikan pengaruh pada perakaran sengon. Eksplan yang ditanam secara horizontal akan menghasilkan akar yang lebih banyak dibandingkan secara vertikal, namun dari segi kekokohan akar, posisi penanaman secara vertikal
Sengon originated from Papua predicted to be more resistant compared to those of Java, but there were limited availability of Papua`s sengon seeds that was available only in a few number with an expensive cost. Research in tissue culture from Kaimana provenance aimed to determine effects of MS media consentration (50%, 75%, and 100%), growth regulator application (BA 2 ppm dan IBA 0,2 ppm), and palnting position (horizontal and vertical) on growth of sengon. Result find out 50% consentration of MS media as the best media for the germination of sengon. Aplication of growth regulators didn`t give any of differences on the growth of sengon sproutings. The best sprouting resulted from ane explants was 5 shoots. Best combination of treatments resulting to the best sprouting was 75% H (consentration media is 75% and planting position is horizontal). Planting position gave significant effect on the rooting ability of sengon. Horizontally planted explants produced more roots compared to those of the vertically ones; but the vertically ones produced a better root in terms of vigorous.
Kata Kunci : Sengon, daya trubus, konsentrasi media, zat pengatur tumbuh, posisi penanaman