UJI TOKSISITAS PEMBERIAN BERULANG FRAKSI TIDAK LARUT n-HEKSAN EKSTRAK ETANOLIK UMBI SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa (Jack) Bl.) SELAMA 28 HARI TERHADAP AKTIVITAS SGPT, SGOT, DAN HISTOPATOLOGIS HEPAR TIKUS BETINA WISTAR
ENDAH P ARUMSARI, Prof. Dr. Ediati Sasmito, SE., Apt.,
2013 | Skripsi | FARMASITumbuhan sarang semut (Myrmecodia tuberosa (Jack) Bl.) merupakan salah satu spesies dari famili Rubiaceae. Sumardi dkk telah melaporkan bahwa ekstrak sarang semut tidak larut n-heksan dan fraksi sarang semut n-heksan mempunyai aktivitas meningkatkan fagositosis sel makrofag dan proliferasi limfosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketoksikan fraksi tidak larut n-heksan ekstrak etanolik umbi sarang semut pada tikus betina Wistar, ditinjau dari aktivitas SGPT, SGOT, dan histopatologis hepar. Penelitian ini menggunakan metode OECD 407 yang dimodifikasi. Hewan uji yang digunakan adalah 28 ekor tikus betina Wistar, sehat, dewasa, berat badan awal 125-150 gram, dibagi ke dalam empat kelompok masing-masing terdiri dari 7 ekor. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok kontrol pelarut CMC-Na 0,5%, dosis 35 mg/kg BB, dosis 70 mg/kg BB, dan dosis 140 mg/kg BB. Tikus dipejani suspensi fraksi tidak larut n-heksan ekstrak etanolik umbi sarang semut selama 28 hari. Pengamatan meliputi gejala toksik, perkembangan berat badan, asupan makanan dan minuman, dan pengamatan histopatologis hepar, serta perubahan aktivitas SGPT dan SGOT. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berulang fraksi tidak larut nheksan esktrak etanolik umbi sarang semut dengan dosis 35 mg/kg BB, dosis 70 mg/kg BB, dan dosis 140 mg/kg BB selama 28 hari pada tikus betina tidak menimbulkan perubahan berat badan, asupan makanan dan minuman, kerusakan sel hepar, serta perubahan aktivitas SGPT dan SGOT, tetapi pada dosis 140 mg/kg BB menimbulkan kerontokan bulu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian berulang fraksi tidak larut n-heksan esktrak etanolik umbi sarang semut dengan dosis 35 mg/kg BB, dosis 70 mg/kg BB, dan dosis 140 mg/kg BB selama 28 hari tidak menimbulkan efek toksik terhadap tikus betina Wistar ditinjau dari perubahan aktivitas SGPT, SGOT, dan histopatologis hepar.
-
Kata Kunci : Myrmecodia tuberosa, uji toksisitas, SGPT, SGOT