AKTIVITAS JAMUR ENDOFIT Artemisia annua L. (KODE: DP6) TERHADAP PENGHAMBATAN QUORUM SENSING BAKTERI Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO
YOHANA ANINDYA K S, Indah Purwantini, M.Si., Apt.,
2013 | Skripsi | FARMASIInfeksi merupakan penyebab penyakit utama di dunia, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Umumnya pengobatan infeksi dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Dewasa ini mulai dikembangkan antibiotik dengan mekanisme kerja menghambat komunikasi antar mikroba (quorum sensing inhibition, QSI). Terhambatnya komunikasi tersebut, mengakibatkan tidak tercapainya densitas mikroba yang cukup untuk mengekspresikan faktor yang regulasinya diatur oleh quorum sensing, sehingga mikroba dengan mudah dieradikasi oleh sistem pertahanan tubuh. Ekstrak jamur endofit DP6 diperoleh dari fermentasi koloni jamur endofit yang ditumbuhkan pada media PDB. Fermentasi dilakukan selama 11 hari. Proses ekstraksi dilakukan dengan etil asetat. Uji quorum sensing inhibition dilakukan dengan metode uji Kirby-Bauer menggunakan ekstrak DP6 dalam pelarut etil asetat dengan kadar 2 mg/mL; 1 mg/mL; 0,5 mg/ mL; dan 0,25 mg/mL. Pengamatan dilakukan di bawah sinar UV 366nm untuk melihat daerah pemadaman fluoresensinya. Uji bioautogafi quorum sensing dilakukan dengan menotolkan ekstrak DP6 pada kadar 0,05 g/mL dalam pelarut etil asetat pada plat silika gel F 254 dan dielusi dengan fase gerak kloroform : metanol: asam asetat glasial ( 8: 2: 0,1) Hasil penelitian menunjukkan jamur endofit DP6 memiliki aktivitas penghambatan quorum sensing pada loading dose 20 μg. Berdasarkan uji bioautografi quorum sensing, perkiraan zat aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penghambatan quorum sensing adalah golongan senyawa fenolik dan senyawa yang memiliki gugus kromofor.
-
Kata Kunci : quorum sensing, jamur endofit DP6, penghambatan quorum sensing, bioautografi quorum sensing