PENGARUH SISTEM DRAINASE PERTANIAN TERHADAP MUKA AIR TANAH DI DAERAH PESISIR PANTAI (Studi Kasus: Daerah Pesisir Selatan Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
MOHAMMAD TAUFAN RAHARDIAN, Dr. Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng.
2013 | Skripsi | TEKNIK SIPILDaerah pesisir pantai memiliki karakteristik sumberdaya air yang relatif kurang baik dibandingkan dengan daerah lainnya sehingga potensinya sebagai lahan pertanian sulit dikembangkan. Di kawasan pesisir selatan Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat suatu sistem drainase pertanian yang memiliki potensi sebagai penyuplai kebutuhan air untuk lahan pertanian di sekitarnya. Tanah di lokasi ini yang bersifat kepasiran sangat memungkinkan air meresap ke dalam tanah. Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan untuk dapat mengetahui pengaruh sistem drainase tersebut terhadap suplai air tanah untuk lahan pesisir di bagian hilir saluran drainase. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data tinggi muka air secara langsung di saluran drainase dan sumur-sumur di bagian hilir. Selama pengukuran ini, curah hujan dan evaporasi yang terjadi juga diukur. Dari hasil penelitian ini, akan diketahui pengaruh air di sistem drainase pertanian terhadap tinggi muka air di bagian hilir pada saat hujan maupun kering. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk alternatif suplai kebutuhan air irigasi saat dibutuhkan dan dapat mendukung kelangsungan hidup cemara laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran air tanah (groundwaterflow) yang diduga berasal dari saluran drainase pertanian yang didapat dari analisis imbangan air memiliki jumlah maksimum 168,52 m3 dan minimum 125,64 m3 dengan kedalaman air di saluran drainase berkisar antara 0,56 m sampai dengan 1,07 m serta curah hujan maksimum 16,5 mm dan minimum 0 mm. Akan tetapi pengaruh kedalaman air di saluran drainase pertanian terhadap tinggi muka air tanah tidak signifikan, curah hujan pun memiliki efek minimum terhadap tinggi muka air tanah. Aliran air tanah belum bisa dikorelasikan dengan saluran drainase pertanian, sehingga dugaan awal bahwa air dari saluran drainase pertanian memiliki potensi sebagai sumber rechargeair tanah untuk mendukung kelangsungan hidup cemara laut yang akan meningkatkan sumberdaya lahan di pesisir tersebut belum terbukti.
Coastal areas have water resources characteristics that is relatively poor compared to other areas so their potential as agricultural land is difficult to be developed. In the southern coastal area of Srandakan district, Bantul regency, Special Region of Yogyakarta which we observed there is an agricultural drainage system that has the potential to be a supplier of water demand for agricultural land in the vicinity. Sandy soil in this location is very likely allowing water to seep into the ground. Therefore, this research was conducted to determine the effect of the drainage system on groundwater supply for coastal land in the lower reaches of the drainage channel. This research was conducted by taking the water level data directly in the drainage channel and wells downstream. During these measurements, precipitation and evaporation occured also collected. From these results, the influence of water in the agricultural drainage systems to the water level in the lower reaches during the rainy and dry season. The result is expected to be considered as an alternative supply for irrigation water demands when needed and can support the survival of casuarina. The results showed that the groundwater flow obtained from the water balance analysis which is allegedly come from agricultural drainage channel has the maximum amount of 168.52 m3 and minimum of 125.64 m3 while the depth of water in the drainage channel ranging between 0.56 m to 1.07 m and the maximum rainfall of 16.5 mm and a minimum of 0 mm.. However, the influence of the depth of water in agricultural drainage channel to the groundwater level is not significant, rainfall also has minimum effect on the groundwater level. Groundwater flow can not be correlated with agricultural drainage channels, so that the initial allegations that the water from agricultural drainage channel has potential as a source of groundwater recharge to support the survival of casuarina that will improve land resources in the coastal area is still unproven.
Kata Kunci : Pesisir pantai, sumberdaya air, cemara laut, saluran drainase, air tanah.