Laporkan Masalah

PENGARUH KECEPATAN PERUBAHAN SUHU AIR TERHADAP PERKEMBANGAN SIRIP BENIH GURAMI (Osphronemus goramy)

EKO AFRIANTORO, Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P.

2013 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN

Penelitian mengenai pengaruh kecepatan perubahan suhu air terhadap perkembangan sirip benih gurami (Osphronemus goramy) telah dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Pembenihan Ikan, Jurusan Perikanan, Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sirip benih gurami pada kecepatan perubahan suhu air yang berbeda dan mengetahui pengaruh kecepatan perubahan suhu air tersebut terhadap perkembangan sirip benih gurami. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan perubahan suhu (26 0C menjadi 33 0C pada waktu siang hari dan 33 0C menjadi 26 0C pada waktu malam hari) air media pemeliharaan benih gurami secara berurutan berlangsung dalam waktu 1, 3, 6, 9 dan 12 jam atau dengan kecepatan 7; 2,33; 1,17; 0,78 dan 0,58 0C/jam. Penelitian dilakukan terhadap benih gurami berumur 21 hari yang dipelihara sampai umur 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kecepatan perubahan suhu air sebesar 7; 2,33; 1,17; 0,78 dan 0,58 0C/jam (26 0C menjadi 33 0C pada waktu siang hari dan 33 0C menjadi 26 0C pada waktu malam hari) selama pemeliharaan (40 hari) tidak berpengaruh terhadap panjang, tinggi dan jumlah jari-jari dari sirip ekor, dada, punggung, dubur, perut dan dada benih gurami. Kecepatan perubahan suhu air sebesar 7 0C/jam secara visual dapat menyebabkan perkembangan sirip ekor benih gurami menjadi tidak merata atau mengalami kerusakan (gripis).

Research had been conducted at Laboratory of Fish Breeding and Hatchery, Fisheries Department, Gadjah Mada University. The objectives of this research was to know the development of giant gouramy fry fins subjected to water temperature change velocity. The experiment design used in this research was Complete Randomized Design that contains of five treatment. The treatment of water temperature change (26 0C to 33 0C at noon and 33 0C to 26 0C at night) for culturing giant gouramy (Osphronemus goramy) fry sequentially were lasted for 1, 3, 6, 9 and 12 hour or by velocity at 7; 2,33; 1,17; 0,78 and 0,58 0C/hour. The research was carried out for 21 up to 60 days old fry. Results of the research showed that the velocity of water temperature change at 7; 2,33; 1,17; 0,78 and 0,58 0C/hour (26 0C to 33 0C at noon and 33 0C to 26 0C at night) for 40 days were not affected on the length, height, and amount of the fins soft rays. The velocity of water temperature change in 7 0C/hour, visually caused the caudal fin broken (raggy).

Kata Kunci : benih gurami, kecepatan, sirip, suhu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.