DINAMIKA SPASIAL PERKEMBANGAN MINIMARKET DI KORIDOR JALAN KALIURANG
ALPEUS MANIHURUK, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2013 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAHBerbagai survey dan penelitian di dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa minimarket merupakan ritail yang memiliki tingkat ekspansi dan agresivitas paling tinggi dibandingkan semua jenis ritail modern yang ada karena tidak hanya dapat ditemukan di perkotaan, tetapi juga di wilayah pinggiran kota dan bahkan sampai perdesaan. Keberadaan minimarket ini memberikan suatu pola dan kecenderungan tertentu secara spasial dan temporal yang dapat diukur dan dipetakan. Dinamika spasial yang dibentuk juga akan menunjukkan asosiasi yang berbeda terhadap faktorfaktor geografis seperti tingkat kekotaan, penduduk, pelayanan, dan aksesibilitas kaitannya dengan pemilihan dan penempatan lokasi gerai sehingga penelitian dengan judul dinamika spasial perkembangan minimarket di Koridor Jalan Kaliurang penting dan menarik untuk dilakukan dengan tujuan:1) mengidentifikasi dinamika spasial perkembangan minimarket, 2) mendeskripsikan asosiasi faktor-faktor geografis dengan dinamika spasial perkembangan minimarket, dan 3) mengidentifikasi implikasi kebijakan arahan pengembangan lokasi titik minimarket baru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode gabungan kuantitatifkualitatif dengan teknik analisis tren (untuk mengkaji kecenderungan dinamika secara temporal), dan tetangga terdekat (analisis pola spasial minimarket) pada tujuan pertama. Tujuan kedua menggunakan metode analisis getis ord g (mengkaji kluster tinggi rendah kaitannya dengan keberadaan minimarket) dan statistik deskriptif (tabel frekuensi), sementara pada tujuan ketiga digunakan metode analisis citra (arahan lokasi pengembangan minimarket baru). Hasil penelitian menemukan bahwa dinamika spasial perkembangan minimarket di Koridor Jalan Kaliurang membentuk pola menyebar pada periode awal keberadaannya (2003-2008), mengelompok pada periode pertengahan (2009-2010), dan kembali menyebar pada periode tahun-tahun terakhir (2011-2012). Pola sebaran spasial minimarket ini berkaitan dengan potensi pasar, dinamika regulasi wilayah, dan juga faktor ketersediaan ruang. Sementara faktor geografis yang berasoasiai dengan preferensi pemilihan dan penempatan lokasi gerai minimarket di Koridor Jalan Kaliurang adalah faktor kekotaan dan penduduk. Hal ini dikarenakan kedua faktor geografis tersebut mendorong tingginya berbagai aktifitas penduduk sehingga memberikan potensi ekonomi yang cukup besar. Untuk pengembangan lokasi minimarket baru diarahkan pada lokasi-lokasi yang belum terdapat minimarket namun memiliki hirarki kekotaan dan jumlah penduduk yang besar sehingga terjadi pemerataan jumlah fasilitas pelayanan yakni di Desa Sinduharjo (dua lokasi), Sardonoharjo (satu lokasi , dan Sinduadi (satu lokasi).
Various surveys and studies in Indonesia and abroad shows that the minimarket is ritail who have highest rate of expansion and agresivitation compared to all kinds of modern ritail there because not only can be found in urban areas, but also in suburban and even rural areas. The existence of this minimarket gives a certain pattern and trends that are spatially and temporally can be measured and mapped. Formed spatial dynamics will also show different associations to geography factors such as the level of the urban, count of population, service hierarchy, and accessibility heirarchy about to selection and placement of outlets location so that this research with title ‘the spatial dynamics of minimarket development in Koridor Jalan Kaliurang’ is important and interesting to do with goals: 1) identify the spatial dynamics of minimarket development, 2) describe the geographic factors associated with spatial dynamics of minimarket, and 3) identify the location of the minimarket development direction of the policy implications of the new minimarket. The research method used is a combination of quantitative-qualitative methods with techniques of trend analysis (to examine the temporal dynamics of the trend), and nearest neighbourhood (minimarket spatial pattern analysis) on the first goal. The second goals use Getis Ord G analysis method (high-low cluster study related to the prefrence of location) and descriptive statistics (frequency tables), while the third used image analysis methods (landing site of new development minimarket). The results found that the spatial dynamics of minimarket development in Koridor Jalan Kaliurang is forming diffuse pattern in the early period of its existence (2003-2008), clustered in the middle period (2009-2010), and re-spread in recent years period (2011-2012). Spatial distribution pattern is related to the potential economy, regulatory dynamics of the region, and also the availability of space. While geographical factors have asociate with the selection and placement location of preference minimarket in Koridor Jalan Kaliurang is urbanity and population factors. This is because both of the geographical factors encourage high population activities thus providing considerable economic potential. For the development of new minimarket site directed at locations that have not yet had a minimarket are the urban hierarchy and the large population resulting in the distribution of the number of service facilities in the Desa Sinduharjo (two locations), Sardonoharjo (one location, and Sinduadi (one location).
Kata Kunci : Dinamika Spasial, Minimarket, Perkembangan, Koridor Jalan