Laporkan Masalah

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN ANTIBIOFILM EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP Candida albicans ATCC 10231 DAN METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO

ANITA RAHMA WATI, Dr.rer.nat. Triana Hertiani

2013 | Skripsi | FARMASI

Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) dilaporkan mengandung senyawa flavonoid dan fenol. Beberapa senyawa flavonoid dilaporkan memiliki aktivitas sebagai senyawa antimikroba dan antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dan antibiofilm ekstrak daun bandotan terhadap Candida albicans ATCC 10231 dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus serta mengetahui kandungan senyawa aktif dalam ekstrak daun bandotan tersebut. Ekstrak etanol dan ekstrak etanol-air diperoleh dengan metode maserasi, sedangkan ekstrak air diperoleh dengan metode infundasi. Kadar uji yang digunakan yaitu 2 mg/mL, 1 mg/mL, 500 μg/mL, 250 μg/mL dan 125 μg/mL. Uji antimikroba dan antibiofilm dilakukan dengan metode mikrodilusi, adapun uji antibiofilm dilakukan pewarnaan dengan kristal violet 1%. Selanjutnya optical density diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 595 nm. Hasil data antimikroba dan antibiofilm dianalisis untuk memperoleh nilai MIC90 dan IC50. Uji identifikasi golongan senyawa kandungan ekstrak daun bandotan dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga ekstrak daun bandotan pada kadar yang diujikan tidak memiliki daya aktivitas antimikroba dan antibiofilm terhadap C. albicans dan MRSA. Hasil profil KLT menunjukkan kemungkinan senyawa yang terkandung di dalam ekstrak daun bandotan adalah polifenol dan flavonoid.

-

Kata Kunci : antibiofilm, antimikroba, ekstrak etanol, ekstrak etanol-air, ekstrak air, Candida albicans ATCC 10231, MRSA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.