Laporkan Masalah

DESTILAT KAPULAGA (Elettaria cardamomum (L.) Maton) SEBAGAI AGEN IMUNOSTIMULAN TERHADAP EFEK SAMPING PENEKANAN SISTEM IMUN AKIBAT KEMOTERAPI DOXORUBICIN

RIKAT RAKSAMIHARJA, Prof. Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt.,

2013 | Skripsi | FARMASI

Doxorubicin merupakan salah satu agen kemoterapi yang digunakan dalam terapi kanker. Namun, penggunaan doxorubicin memiliki efek samping, yaitu penurunan sistem imun. Oleh karena itu, diperlukan agen kokemoterapi yang dapat mengatasi efek imunosupresi dari doxorubicin. Kapulaga sabrang (Elettaria cardamomum (L.) Maton) mengandung senyawa terpen 1,8-cineol. Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa senyawa tersebut dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi doxorubicin dengan destilat kapulaga (DK) terhadap sistem imun, yang diamati melalui profil hematologi dan jumlah sel CD4+ dan CD8+ darah tikus betina galur Sprague Dawley. Uji in vivo ini dilakukan selama 13 hari menggunakan 6 kelompok hewan uji, kelompok I : doxorubicin (dox) 7,5 mg/kg BB; kelompok II : dox + DK 5 mg/kg BB; kelompok III : dox + DK 50 mg/kg BB; kelompok IV : dox + DK 100 mg/kg BB; kelompok V : kontrol destilat (DK 100 mg/kg BB); kelompok VI : kontrol tanpa perlakuan. Sebelum dan sesudah perlakuan ditetapkan profil hematologi darah dengan hematology analyzer dan jumlah CD4+ serta CD8+ dalam sampel darah menggunakan flowcytometry. DK diperoleh dengan menggunakan destilasi air stahl dan dianalisis dengan menggunakan gas chromatography. Hasil uji gas chromatography menunjukkan bahwa DK mengandung senyawa 1,8-cineol sebesar 33,83%. Hasil uji in vivo menunjukkan bahwa DK belum mampu memperbaiki penurunan jumlah sel leukosit, limfosit, neutrofil, eritrosit, dan trombosit serta jumlah sel limfosit T CD4+ dan CD8+ secara bermakna pada tikus betina galur Sprague Dawley yang dipejani doxorubicin. Namun, secara keseluruhan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DK sudah mampu memperbaiki penurunan jumlah sel leukosit, limfosit, serta sel limfosit T CD4+ dan CD8+ secara relatif antar perlakuan seiring dengan peningkatan dosis DK yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas dan optimasi dosis DK sebagai agen kokemoterapi.

-

Kata Kunci : Kapulaga, limfosit CD4+ dan CD8+, imunostimulan, kokemoterapi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.