POLA PENGOBATAN PADA PASIEN GANGGUAN BIPOLAR DI RUMAH SAKIT GRHASIA YOGYAKARTA PADA TAHUN 2009-2011
FALITA, Prof. Zullies Ikawati, Apt.
2013 | Skripsi | FARMASIPenyebab dari suatu penyakit tidak hanya karena kelainan fisiologi tubuh namun juga karena adanya gangguan psikologis.Salah satu masalah kejiwaan yang masih kurang dipahami masyarakat dan masih jarang diteliti adalah gangguan bipolar.Gangguan bipolar adalah suatu gangguan yang ditandai dengan perubahan mood antara rasa senang yang ekstrim dan depresi yang parah.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien dan pola pengobatan pasien gangguan bipolar di Rumah Sakit Grhasia pada tahun 2009-2011 meliputi jenis kelamin, usia, diagnosa, riwayat gangguan jiwa yang dialami, stressor psikososial, dan obat-obat yang digunakan serta evaluasi ketepatan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non-eksperimental dan bersifat deskriptif.Pengumpulan data dilakuakn secara retrospektif dengan mencatat dari catatan rekam medik pasien yang terdiagnosa gangguan bipolar di Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta pada tahun 2009-2011. Pasien yang memenuhi criteria inklusis sebanyak 15 pasien. Hasil penelitian menunjukkanbahwa jumlah pasien laki-laki dan perempuan yang mengalami gangguan bipolar hampir sama yaitu 7 orang laki-laki dan 8 orang perempuan, dengan rentang usia 26-40 tahun. Diagnosa terbanyak dari gangguan bipolar adalah gangguan bipolar episode kini mania dengan ciri psikotik (F 31.2) sebanyak 40%.Berdasarkan riwayat gangguan jiwa yang dialami, sebagian besar pasien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya (80%) dan stressor psikososial yang paling banyak dialami pasien disebabkan karena masalah keluarga (30%).Mood stabilizer yang digunakan adalah lithium, antikonvulsan yang digunakan adalah valproat dan carbamazepine.Antidepresan yang paling banyak digunakan adalah fluoxetin (56%).Antipsikotik atipikal yang paling banyak digunakan adalah clozapine (15%).Antipsikotik tipikal yang paling banyak digunakan adalah haloperidol (21%).Kombinasi yang paling banyak diberikan adalah valproate+chlorpromazine+haloperidol (15%). Kesesuaian pola terapi dengan guidline dariAmerican Psychiatric Association tahun 2002adalah tepat indikasi (100%), tepat pasien (95%), tepat obat (31%), dan tepat dosis (90%).
-
Kata Kunci : Gangguan Bipolar, Pola Pengobatan, RS.Grhasia