Laporkan Masalah

PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BAHAYA KEBAKARAN BANGUNAN DENGAN MEMANFAATKAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI KECAMATAN UMBULHARJO

EKO SUMARJONO, Like Indrawati, S.Si., M.Sc

2013 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Kebakaran merupakan musibah yang masih sering terjadi di berbagai daerah, terutama di daerah yang padat dengan penduduk. Terjadinya kebakaran itu sendiri akan berdampak negatif bagi penduduk tersebut seperti adanya korban jiwa dan kehilangan harta benda. Dalam penanggulangan bencana kebakaran di suatu wilayah perlu adanya penanganan khusus agar dapat memperoleh solusi yang tepat untuk penanggulangannya. Melihat hal tersebut penulis membuat penelitian tugas akhir tentang tingkat bahaya kebakaran bangunan di Kecamatan Umbulharjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memetakan tingkat kerawanan bahaya kebakaran bangunan di Kecamatan Umbulharjo. Metode yang di pergunakan dengan pendekatan melalui pengharkatan dan skoring. Interpretasi Citra Quickbird dilakukan untuk menentukan parameter seperti kepadatan bangunan, ukuran bangunan, keteraturan bangunan, lebar jalan masuk, jarak terhadap sungai, survai lapangan dilakukan untuk memperoleh parameter seperti kualitas bahan bangunan, jarak terhadap kantor pemadam kebakaran, parameter-parameter tersebut merupakan parameter yang berpengaruh terhadap bahaya kebakaran bangunan. Setiap parameter yang diperoleh diberikan harkat dan nilai bobot penimbang sesuai dengan pengaruhnya terhadap bahaya kebakaran, sehingga dihasilkan klasifikasi tingkat rawan kebakaran yang di kelaskan menjadi tiga kelas, yakni bangunan dengan tingkat rawan kebakaran tinggi, sedang dan rendah. Hasil dari penelitian ini adalah berupa Peta Tingkat Kerawanan terhadap Bahaya Kebakaran Bangunan di Kecamatan Umbulharjo. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa sebagian besar bangunan yang ada di Kecamatan Umbulharjo memiliki tingkat kerawanan kebakaran sedang dengan presentase 47% dari total luas keseluruhan daerah penelitian. Sekitar 38% merupakan daerah dengan tingkat kerawanan kebakaran rendah dan 3% merupakan daerah dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Sedang sisanya 12% merupakan daerah non bangunan.

-

Kata Kunci : Citra Quickbird, Sistem Informasi Geografi, dan Kebakaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.