PELAYANAN PERACIKAN OBAT DAN PENGETAHUAN TENAGA PERACIK OBAT DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA YOGYAKARTA
FATMAHARTI SETYANING, Dr. Chairun W., M.App. Sc., Mkes., Apt.
2013 | Skripsi | FARMASIPuskesmas merupakan tempat pelayanan kesehatan utama, salah satu unit terdekat dengan masyarakat. Pengelolaan obat menjadi prioritas utama dalam aspek pelayanan kefarmasian untuk peningkatan upaya kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk melihat dan observasi pelayanan peracikan obat dan pengetahuan tenaga peracik di puskesmas khususnya wilayah kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskipsi atau gambaran secara sistematis. Digunakan checklist untuk mengetahui gambaran tentang pelayanan peracikan obat di puskesmas dan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan tenaga peracik tentang peracikan obat. Penelitian dilakukan di enam puskesmas utama wilayah Yogyakarta. Data pelayanan peracikan obat meliputi sarana dan prasarana di puskesmas seperti personel, fasilitas, kebersihan, peralatan, dan dokumentasi. Pengetahuan tenaga peracik dilihat dari pengetahuan tentang penimbangan, peralatan, sediaan, bahan tambahan, perhitungan dan sinonim obat. Data penelitian observasi pelayanan peracikan obat dianalisis secara deskriptif dan data pengetahuan tenaga peracik dianalisis dengan skoring nilai. Hasil penelitian tentang pengetahuan tenaga peracik di puskesmas wilayah kota Yogyakarta menunjukkan 78,34% dikatakan bahwa tingkat pengetahuan tenaga pengracik obat dari enam puskesmas di wilayah kota Yogyakarta masuk dalam kategori baik. Tenaga peracik tiga puskesmas memiliki apoteker, asisten apoteker dan teknisi. Meja peracikan pada umumnya tidak dipisah dari aktivitas lainnya sehingga bersifat multifungsi. Alat yang digunakan untuk penggerusan obat berupa mortir dan blender obat. Kebersihan yang mendukung peracikan obat belum memenuhi standar pembuatan obat yang baik. Seluruh puskesmas tidak memiliki dokumentasi khusus untuk obat yang diracik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana peracikan di puskesmas wilayah kota Yogyakarta masih kurang meskipun tingkat pengetahuan tenaga peracik yang sudah baik.
Health centers are primary health centers, one of the closest units to the public . Medication management is a top priority in this aspect of pharmaceutical services for the improvement of public health efforts. The purpose of research is to see and observation drug compounding services and knowledge workers in health centers particular area of the city of Yogyakarta. This study is a descriptive survey study that aims to make a systematic deskripsive or picture. Checklist is used to find a picture about drug compounding services at health centers and questionnaires to determine the knowledge power of compounding drug. The study was conducted in six primary health centers Yogyakarta region . Data services include drug compounding facilities and infrastructure at health centers such as personnel, facilities, cleanliness, equipment, and documentation. Knowledge workers views of knowledge about weighing, equipment, preparations, additives, drug calculations and synonyms. Research data observation drug compounding services and the data were analyzed descriptively analyzed knowledge workers with scoring value. The results of knowledge workers in healh centers Yogyakarta region showed 78.34 % said that the level of knowledge of drug force six health centers in the city of Yogyakarta in either category. three power centers have pharmacists, pharmacist assistants and technicians. Compounding tables are generally not separated from other activities that are multifunctional. The tools used for grinding medicinal drug in the form of mortar and blender. Cleanliness that support drug compounding has not met a good drug manufacturing standards. All health centers do not have specific documentation for the drugs are formulated. It can be concluded that the compounding facilities and infrastructure in the clinic area of the city of Yogyakarta is still lacking despite the level of knowledge.
Kata Kunci : puskesmas, peracikan obat, pengetahuan, tenaga peracik