KAMPUNG VERTIKAL BANTARAN SUNGAI CODE, YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK
CHERYA MAYNDRA NURFETA, Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D.
2013 | Skripsi | ARSITEKTURSungai Code merupakan sungai yang melintasi kota Yogyakarta dan merepre-sentasikan kondisi sungai-sungai lainnya di kota-kota besar Indonesia. Kawasan di sekitar bantaran sungai yang seharusnya menjadi area konservasi sungai (area tangkapan air) ini telah berkembang menjadi permukiman sangat padat yang dihuni oleh 123.740 jiwa dengan 19-90% kategori miskin dan kepadatan penduduk 14.272 jiwa/km2 (BPS Kota Yogyakarta, 2009). Kondisi ini dan keterbatasan daya dukung luas kawasan telah menyebabkan kekumuhan (slum) dan ketidak-layakan hunian bagi masyarakat. Di samping itu, kawasan ini juga sangat rentan terhadap bencana banjir, termasuk banjir lahar dingin akibat erupsi Merapi. Dari segi sosial-budaya, warga bantaran sungai Code memilih beraneka ragam profesi dan budaya, serta cenderung lebih ramah dan interaktif terhadap pengunjung sehingga berpotensi untuk menjadi agen transformasi budaya bagi wisatawan. Selain itu, lokasi sungai Code yang strategis (membelah kota) juga sangat berpotensi untuk diakses masyarakat kota dan wisatawan. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu restorasi menuju kawasan yang memberikan kenyamanan lingkungan berketahanan iklim dan bencana serta perbaikan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Alasan utama penataan permukiman kumuh adalah agar masyarakat mempunyai hak dasar untuk hidup dengan martabat dan dalam kondisi yang layak. Meskipun kebanyakan masyarakat permukiman kumuh adalah migran, bukan alasan untuk tidak memberikan peluang hidup yang baik. Konsep dasar perencanaan dan perancangan Kampung Vertikal ini menitikberatkan pada perancangan pemukiman penduduk secara vertikal, dengan tetap mempertahankan suasana kampung sebelumnya. Dengan penerapan konsep ini, diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup manusia dan lingkungan (sungai) dalam berbagai aspek.
-
Kata Kunci : -