Laporkan Masalah

PERBEDAAN STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN KESEHATAN GINGIVA ANTARA ANAK DI DAERAH DENGAN KESADAHAN AIR TINGGI DAN KESADAHAN AIR RENDAH (Kajian pada Siswa SDN Kepuh dan SDN 2 Kanoman Kecamatan Panjatan Kulon Progo)

CHRISTIA AYE W V, drg. Prayitno, SU.

2013 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Air dengan kesadahan tinggi mempunyai kandungan kalsium yang tinggi. Kalsium merupakan zat anorganik yang merupakan komponen utama penyusun kalkulus gigi. Anak yang tinggal di daerah dengan kesadahan air tinggi yang dalam kesehariannya menggunakan dan mengkonsumsi air dengan kesadahan yang tinggi mempunyai peluang yang lebih besar untuk terjadi akumulasi kalkulus pada permukaan gigi. Plak merupakan faktor utama penyebab gingivitis. Kalkulus dapat meningkatkan retensi plak di permukaan gigi. Keberadaan deposit kalkulus, debris dan plak dipermukaan gigi dapat mempengaruhi status kebersihan mulut dan kesehatan gingiva. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan status kebersihan mulut dan kesehatan gingiva anak di daerah dengan kesadahan air tinggi dan kesadahan air rendah. Penelitian ini dilakukan pada 71 siswa SDN Kepuh pengguna air dengan kesadahan tinggi dan 88 siswa SDN 2 Kanoman pengguna air dengan kesadahan rendah di Kecamatan Panjatan. Status kebersihan mulut dinilai dengan menggunakan alat ukur OHI-S dan kesehatan gingiva dinilai menggunakan Gingival Index. Perbedaan skor OHI-S dan GI antara dua kelompok tersebut dinilai dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan status kebersihan mulut yang signifikan (p<0,05) antara anak di daerah dengan kesadahan air tinggi dan kesadahan air rendah. Status kebersihan mulut pada anak di daerah dengan kesadahan air tinggi lebih buruk daripada di daerah kesadahan air rendah. Akan tetapi tidak ada perbedaan status kesehatan gingiva yang signifikan (p>0,05) antara kedua kelompok tersebut.

Water with high hardness has high calcium content. Calcium is an inorganic substance which is a main component of calculus formation. Children lives in an area of high water hardness and consumes it daily has a bigger chance of calculus accumulation in a tooth surface. Dental plaque is a main factor cause of gingivitis. Calculus can increase plaque retention in a tooth surface. The presence of calculus deposit, debris, and plaque in a tooth surface can affect oral hygiene status and gingival health. The purpose of this study was to find out the difference of oral hygiene status and gingival health in children living in an area with high water hardness and low water hardness. This study was performed at 71 students of SDN Kepuh as a high water hardness consumer and 88 students of SDN 2 Kanoman as a low water hardness consumer in Kecamatan Panjatan. Oral hygiene status was assessed using OHI-S measurement while gingival health was assessed using Gingival Index. The score difference of OHI-S and GI between two groups was then analyzed using Mann Whitney test. The result of this study showed a significance difference (p<0,05) of oral hygiene status between children in an area of high water hardness and low water hardness. Oral hygiene status of children in an area of high water hardness was worse compared with children in an area of low water hardness. Meanwhile there was no significance difference (p>0,05) in gingival index between both groups.

Kata Kunci : Status kebersihan mulut, status kesehatan gingiva, air sadah, kalsium


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.