PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP APOTEKER FARMASI KOMUNITAS DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA
SEKAR TYAS HUTAMI, M. Rifqi Rokhman, S.Farm., M.Sc., Apt.
2013 | Skripsi | FARMASIApoteker farmasi komunitas merupakan tenaga kesehatan yang paling mudah diakses oleh masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap apoteker farmasi komunitas menjadi faktor penting dalam pengembangan peran apoteker dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen apotek terhadap apoteker farmasi komunutas. Penelitian termasuk penelitian deskriptif non eksperimental. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan survei langsung ke lapangan dengan alat bantu kuesioner. Seratus sampel responden diambil dari lima apotek. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif menggunakan statistik frekuensi, tabulasi, dan analisis crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,00% responden mampu membedakan apoteker dengan petugas lain di apotek dan 75,00% responden mengetahui bisa melakukan konsultasi obat dengan apoteker. Persepsi peran apoteker sebagai sumber informasi obat masih berada di bawah dokter (-0,27). Responden menempatkan apoteker pada peringkat 2 yang paling dipercaya di bawah dokter. Kepuasan konsumen terhadap karakter apoteker termasuk dalam kategori cukup (72,67%). Harapan responden akan pengembangan pelayanan apoteker paling tinggi pada kemudahan dihubungi di luar jam kerja (80,00%) dan apoteker melakukan monitoring terapi (73,25%). Harapan responden akan pengembangan pelayanan apotek adalah buka 24 jam (87,25%) dan kelengkapan obat (92,25%).
-
Kata Kunci : persepsi, apoteker, konsumen, yogyakarta