PENGARUH APLIKASI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP JUMLAH MAKROFAG PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA TIKUS WISTAR
DEWI PRAFITASARI, drg. E. Riyati Titi Astuti, M. Kes, Sp. BM
2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIDaun pepaya memiliki kandungan kimia yang berfungsi sebagai obat yang membantu proses penyembuhan luka seperti flavonoid, saponin, papain, polifenol, vitamin, dan mineral. Makrofag merupakan salah satu agen penting dalam proses penyembuhan luka, terutama dalam fase inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak daun pepaya terhadap jumlah makrofag pada proses penyembuhan luka gingiva tikus wistar. Subjek penelitian terdiri dari 24 ekor tikus wistar jantan berusia 2-2,5 bulan yang dibagi dalam dua kelompok yaitu 12 ekor tikus kelompok kontrol dan 12 ekor tikus kelompok perlakuan. Gingiva tikus dilukai menggunakan punch biopsy di bagian gingiva bukal gigi incicivus rahang bawah. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan setelah dilakukan perlukaan, sedangkan kelompok perlakuan diberi ekstrak daun papaya 2 kali sehari pada bagian luka. Masingmasing kelompok dibagi menjadi dua bagian, yang didekapitasi pada hari ke-3 dan hari ke-5. Preparat histologis diwarnai dengan pengecatan Haematoksilin Eosin dan kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya. Penelitian ini menggunakan analisis data two way ANOVA dan LSD (Least Significant Difference). Hasil perhitungan analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi aplikasi ekstrak daun pepaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun pepaya dapat meningkatkan jumlah makrofag pada proses penyembuhan luka gingiva tikus wistar.
Papaya leaves contain a chemical that serves as a drug that helps the process of wound healing such as flavonoids, saponins, papain, polyphenols, vitamins, and minerals. Macrophages are one of the important agents in the process of wound healing, especially in the inflammatory phase. This study aimed to determine the effect of papaya extract application to increase of macrophages in the wound healing process on gingival wistar rats. Research subjects consisted of 24 male wistar rats aged 2-2.5 months were divided into two groups: 12 rats of the control group and 12 rats treated group. Gingival injured rats using a punch biopsy on the buccal gingival incicivus mandibular teeth. Untreated control group after injury, while the treatment group was given papaya leaf extract 2 times a day on the wound. Each group was divided into two parts, which were decapitated on day 3 and day 5. Histological preparations stained with Haematoksilin eosin staining and then observed using a light microscope. This study uses data analysis two way ANOVA and LSD (Least Significant Difference). Calculation results of data analysis showed a significant difference between the control group and the treatment group were given the application of papaya leaf extract. The conclusion of this study is the papaya leaf extract can increase the number of macrophages in the wound healing process gingival wistar rats.
Kata Kunci : penyembuhan luka, Carica papaya L., makrofag