EVALUASI KELAYAKAN STRUKTUR JEMBATAN GELAGAR KOMPOSIT BENTANG 40 M BERDASARKAN NILAI SISA KAPASITAS JEMBATAN Studi Kasus Jembatan Kuranji, Provinsi Sumatera Barat
AZWAR ANAS, Akhmad Aminullah, S.T., M.T., Ph.D.
2013 | Skripsi | TEKNIK SIPILJembatan merupakan infrastruktur penghubung suatu jalan yang melintasi sungai, lembah, jurang, ataupun laut. Adanya jembatan dapat mempermudah interaksi masyarakat dari daerah satu dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, agar jembatan dapat selalu memberikan keamanan dan kenyamanan harus selalu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kelayakan kondisinya yang sekarang. Pada Tugas Akhir ini, dilakukan evaluasi kelayakan struktur atas jembatan berdasarkan nilai sisa kapasitas Jembatan Kuranji yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Jembatan Kuranji merupakan jembatan komposit pelat girder dengan panjang total 120 m dan memiliki panjang bentang 40 m. Penelitian ini menggunakan data dari survei lapangan. Data yang diperoleh adalah data mutu beton dan dimensi jembatan. Analisis pembebanan mengacu pada RSNI T-02-2005. Analisis kapasitas struktur mengacu pada RSNI T-03-2005 dan analisis nilai sisa berdasarkan analisis rating factor baik pada kondisi harian (operating) maupun kondisi khusus (inventory) yang mengacu pada Pedoman Penentuan Nilai Sisa Kapasitas Jembatan 024/BM/2011. Untuk perbandingan, analisis struktur juga dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (PPPJJR) 1987. Dari hasil analisis, Jembatan Kuranji berdasarkan analisis rating factor dengan pembebanan yang mengacu pada RSNI T-02-2005, struktur atas jembatan tidak mampu menahan beban lajur “Dâ€. Namun mampu menahan beban truk “T†pada kondisi khusus (operating) dengan nilai RF sebesar 1,116 (momen) dan 3,685 (geser). Berdasarkan analisis dengan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya (PPPJJR) 1987, struktur atas jembatan masih dinyatakan aman karena pada pedoman tersebut perancangan menggunakan konsep ASD (Allowable Stress Design) dimana beban yang digunakan dalam perancangan adalah beban layan. Oleh karena itu, untuk menjaga agar jembatan dapat beroperasi dengan aman, perlu dilakukan pembatasan beban kendaraan yang lewat ataupun diberi perkuatan pada elemen yang dinilai sudah cukup rawan.
Bridge is a structure built to provide transportation routes over river, valley or the sea. The bridge can be facilitate interaction people from region one to the others. In order to give safety and comfortable bridge, it must be always evaluate to know its existing condition. In this final project, proper capacity for superstructure bridge have been evaluated remaining capacity for Kuranji Bridge that located in Sumatera Barat Province. Kuranji bridge is composite steel plate girder with 120 m total length and 40 m length of each span. This final project used field data survey that collect quality of concrete data and dimensions data. Loading standard refers to RSNI T-02-2005, analysis of structure capacity refers to RSNI T-03-2005 and remaining capacity analysis used rating factor analysis in operating condition and inventory condition that refers to Pedoman Penentuan Nilai Sisa Kapasitas Jembatan 024/BM/2011. For comparison, analysis of structure using Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (PPPJJR) 1987. The analysis result with rating factor analysis is Kuranji bridge superstructure incapable of supporting traffic “D†load. However, bridge superstructure still capable of supporting truck load in operating condition with critical rating factor that 1,116 (for moment) and 3,685 (for shear). Analysis refers to Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya (PPPJJR) 1987, bridge superstructure still capable to supported because the analysis design concept used ASD (Allowable Stress Design) that used serviceability loads. In order to keep bridge safety operated, it need vehicle loads limited or gave strengthening for the critical elements.
Kata Kunci : Jembatan, struktur komposit, pembebanan, rating factor