Laporkan Masalah

Beberapa metode pola jaringan stasiun hujan dan implikasinya pada ketelitian analisis

YASA, I Wayan, Prof.Dr.Ir. Sri Harto Br., Dip.H

2001 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Komponen masukan utama dalam proses hidrologi adalah hujan. Kualitas dan kuantitas data hujan menentukan kuditas ketepgtan gerencanaan dan pengeblaan sumber daya air. Untuk memperoleh data hujan yang akurat maka perhatian khusus pedu diberikan pada kondisi stasiun hujan, jumlah stasiun hujan, kerapatan dan pola penyebaran serta ketelitian pencatatannya Berbagai usaha terus dilakukan untuk mencapai tujuan di atas, namm sampai saat ini rekonendasi metode yang akurat atau yang mernpunyai tingkat ketelitian tinggi yang bisa diterapkan dalam mengevaluasi kondisi jaringan belum ada. Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi jaringan stasiun hujan yang masing-masing memiliki prosedur dan tahap analisis yang berbeda. Pada pewlitian ini metode pola jaringan yang digunakan yaitu metode jaringan Kagan, jaringan kdasarkan variasi hujan dan jaringan square grid technique. Had analisis menunjukkan bahwa untuk kesalahan perataan hujan 10 %, jaringan Kagan meinbutuhkan maksimal 15 stasiurt hujan, jaringan berdasarkan variasi hujan maksimal 25 stasiun hujan dan jaringan square grid technique maksimal 14 stasiun hujan Berdasarkan kondisi janngan yang tersedia di masingmasing sub sawn wilayah sungai di Pulau Lornbok, sub satuan wilayah sungai Putih dan Menanga yang tidak memenuhi jumlah stasiun hujan yang disyaratkan masingmasing metode tetapi masih memenuhi kerapatan yang ditetapkan oleh WMO (World Meteorological Organization) yaitu sebesar 250 km2 per stasiun

The most input component in the hidrology process is rainfall. The quality and quantity of rainfall data determine the quality of planning accuracy and water resources management. To find the accurate rainfall data need a special focus to raingauge, density, distribute model and the record accuracy. Many efforts have done to achieve that purpose, but until now there are not accurate methode recommended that can be used to evaluate the network condition. There are many methods that can be used to evaluate raingauge but they have different procedure and analysis steps. This research use Kagan network methode, network based on various of rainfall and square grid technique network. The analysis results indicated that relative error areal rainfall 10 YO, Kagan network need maximal 15 raingauge station, network based on various of rainfall is maximum 25 raingauge station, and for square grid tachnique maximum 14 raingauge station. Based on misting network condition at sub watershed in Lombok island, Putih and Menanga sub watershed satisfied to the raingauge numbers that are required by each method, but it still satisfied for the density that determined by WMO ( World Meteorological Organization) is about 250 kin2 per gauge. Keywords: Gauge number, density, distribution

Kata Kunci : Hidrologi,Jaringan Stasiun Hujan,Jaringan Kagan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.