Laporkan Masalah

CONTRACT MARKETING DALAM PEMASARAN BENIH IKAN : STUDI KASUS DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN

HENNY PUSPA SARI SIHOMBING, Ir. Hery Saksono, M.A.

2013 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model contract marketing antara Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) di Sleman dan PT Aquafarm Nusantara, faktorfaktor yang mendorong terjadinya kontrak dan manfaat contract marketing. Penelitian dilakukan di dua lokasi terpilih yaitu KPI Mina Jaya dan KPI Mina Soka Makmur. Responden sebanyak 26 orang yang terdiri dari 17 responden di KPI Mina Jaya dan 9 responden di KPI Mina Soka Makmur diwawancara dengan panduan kuesioner terstruktur semi terbuka. Hasil penelitian menunjukkan model kontrak yang terjadi adalah kontrak tidak tertulis dengan modal kepercayaan. Faktor-faktor pendorong pembudidaya ikan melakukan kontrak antara lain adalah jaminan ketersedianya pasokan larva ikan dari mitra (perusahaan), kepuasan dalam hasil memelihara ikan, adanya jaminan pasar, memperoleh pengetahuan tambahan tentang budidaya, membawa manfaaat bagi petani lain, adanya jaminan harga minimum, dan tersedianya input produksi pakan dan obat-obatan secara memadai. Disisi lain, perusahaan juga membutuhkan mitra (pembudidaya ikan) untuk menjamin ketersediaan benih ikan secara jumlah dan kualitas yang memadai serta harga yang disepakati. Karena itu, kontrak yang terjadi memberikan manfaat bagi KPI dalam hal kepastian harga, jaminan pasar, kualitas produksi yang baik dan tersedianya pasokan larva nila, sedangkan bagi perusahaan adalah terjaminnya kualitas, kuantitas dan kontinuitas produksi serta tersedianya lahan untuk memelihara ikan.

This research was held to investigate the model of contract marketing between Fish Farmers Group (KPI) in Sleman Regency and company (PT Aquafarm Nusantara), the factors led to the emerging of contract, and benefit of contract. The study was conducted on two selected groups, KPI Mina Jaya and KPI Mina Soka Makmur. Respondents were 26 people consisting of 17 respondents in KPI Mina Jaya and 9 respondents in KPI Mina Soka Makmur and were interviewed using questionnaire. The results indicate that the model of contract is not a written contract. For fish farmers, the supporting conditions for the emerging of contract were the ability of partner (company) to supply fish larvae, satisfaction in the seed production, guaranteed seed market, acquire additional knowledge about fish farming, guaranteed minimum price and supply of production inputs such as feed and vitamins. Meanwhile, the company also needed fish farmers to ensure the continuing supply of standardized fish seed and reasonable and agreed price. Therefore, the contract offers benefit to KPI in ensuring the continued supply of fish seed, market guarantee, price certainty; while benefits for the company include the availability of enough outdoor hatchery to produce fish seed and guarantee of quality, quantity and continuity of fish seed for further aquaculture production.

Kata Kunci : Contract marketing, Kalasan, KPI, perusahaan, Sleman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.