Analisis optimasi pengelolaan sumberdaya air Waduk Sermo
BUDIENY, Hary, Dr.Ir. Fatchan Nurrochmad, MAgr
2001 | Tesis | S2 Teknik SipilPada awalnya daerah irigasi Pengasih dan Pekikjamal mendapat suplai air dari Kali Serang dan saluran Kalibawang yang mendapat air dan Kali Progo. Namun akhir-akhir ini kuantitas air sungai-sungai tersebut mengalami penurunan, sehingga perlu mendapat tambahan suplesi. Untuk itu dibangun waduk Sermo yang mulai dioperasikan patla tahun 1997. Selain untuk keperluan irigasi bagi kedua daerah irigasi tersebut, waduk Senno juga dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi daerah irigasi Clereng, serta menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan air baku dan penggelontoran bagi kota Wates. Setelah dioperasikan selama satu tahun, dan mengalami kegagalan, perlu dilakukan kajian terhadap operasi waduk agar diperoleh unjuk kerja yang tinggi dari sistem operasi waduk. Dalam studi ini diterapkan teknik optimasi dengan program dinamik. Pemodelan sumberdaya air dituangkan dalam bentuk persamaan matematik yang terdiri atas : fungsi tujuan (objective function) yaitu meminimumkan deviasi / penyimpangan antara kebutuhan dan suplai air irigasi; variabel keputusan (decision variable) yaitu besarnya pelepasan waduk pada setiap periode; serta kendala-kendala (constraints) yaitu kondisi tampungan waduk maksimum dan minimum serta besamya pelepasan waduk maksimum dan minimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan air waduk Sermo untuk irigasi &an optimal pada pola tanam padi-padi-palawija dengan masa tanam I dimulai pada 23-25 November. Intensitas tanam yang dihasilkan adalah sebesar 258.2% atau 1001 1 ha selama satu tahun
In the beginning, the water demand of Pengasih and Pekikjamal imgated area were supplied by Serang and Progo river through Kalibawang canal. However, because the water quantity of both rivers has decreased recently, additional water supply is required. Therefore, Sermo dam, which has been operated since 1997 was then constructed. Beside for irrigation purposes of both irrigated areas, the reason to build the dam was also to supply the water demand of Clereng inigated area, domestic water supply and flushing water of Wates town. Due to the operation failure after being operated for one year, a review towards the dam operation is required in order to obtain an excellent performance on its operation system. In this study, optimization method is applied using dynamic program. Water balance of the command area is presented on a mathematical model. The model consist of the objective function, the decision variable and constraint functions. The objective fbnction is to minimize the deviation between the irrigation water supply and demand, with the decision variable of the reservoir releases on every stage. The constraint functions are the maximum and minimum condition of the dam capacity and releases. The analysis result shows that the reservoir operation of Clereng, Pengasih and Pekikjamal irrigated area is in optimal condition on the first cultivation season of paddy-paddy-palawija pattern, which starts on November 23 - 25. The crop intencity is 258.2 % or equivalent to 1001 1 ha
Kata Kunci : Sumberdaya Air,Pengelolaan Waduk Sermo