STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BRAYUT MENJADI WISATA UNGGUL BERBASIS EKOWISATA
SITI RUKIAH, Pitaya, SET, M.Sc.
2013 | Tugas Akhir | D3 KEPARIWISATAANZaman dahulu dalam pembangunan pariwisata menerapkan konsep pembangunan pariwisata secara masal (mass tourism) yaitu pembangunan pariwisata yang memprioritaskan ekonomi yang sebesar-besarnya dan kurang memperhatikan kondisi alam sekitar. Kini seiring dengan berjalannya waktu mulai terasa efek negatif dari pariwisata masal yaitu terjadinya kerusakan- kerusakan lingkungan. Oleh karena itu timbullah gagasan baru dalam pembangunan pariwisata yang disebut dengan pembangunan pariwisata berkelanjutan yaitu pembangunan pariwisata yang lebih mengedepankan kelestarian lingkungan atau yang disebut juga ekowisata. Penerapan konsep tersebut salah satunya adalah di Desa Wisata, yang merupakan trend wisata sekarang ini. Objek penelitian penulis adalah Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, yang dirintis sejak 1999 dan merupakan Desa Wisata tertua di Sleman. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu metode wawancara, observasi dan study pustaka. Dari wawancara, observasi dan study pustaka tersebut penulis mendeskripsikan pelaksanaan ekowisata Di Desa Wisata Brayut, dan penulis menemukan hambatan-hambatan pengembangan yang terjadi didalamnya. Dari hasil pengolahan data diketahui aktivitas ekowisata yang terdapat di Desa Wisata Brayut adalah trekking, camping, dan botanical study dengan luas lahan ekowisata sebesar 40%, sisanya adalah pemukiman.Wisatawan yang datang ke Desa Wisata Brayut adalah ekowisatawan dari berbagai daerah, diantaranya Jawa, luar Jawa, dan mancanegara. Dari 2007 hingga mei 2013 sebanyak 11.912 wisatawan sebanyak 50% adalah pelajar (usia 6- 17 tahun), mahasiswa dari berbagai fakultas 9%, dan umum sebanyak 41%. Dan dari 11.912 wisatawan, 2% adalah wisatawan mancanegara dan 98% adalah domestik dengan total wisatawan mancanegara sebanyak 275 wisatawan dan domestik sebanyak 11.637 wisatawan. Hal ini memperlihatkan tingkat kunjungan masih didominasi oleh wisatawan domestik. Selanjutnya dari hambatan pengembangan, penulis menggambarkan arahan pengembangan ekowisata untuk kedepan seperti pengembangan fisik berupa jalur trekking alternatif dan konsep wisata outdoor, pengembangan daya tarik seperti konservasi lingkungan dan konservasi tumbuhan langka, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pengembangan amenities seperti penambahan tong sampah di area Desa Wisata, penambahan penanda (signing) untuk larangan atau peringatan seperti larangan membuang sampah di sungai.
Old times in tourism development using the concept of mass tourism. is tourism that prioritize economic development as much as possible and pay less attention to the condition of the natural surroundings . Now, as time began to feel the negative effects of mass tourism is the environmental damage . therefore new ideas emerged in the development of tourism, called the development of sustainable tourism is tourism development that emphasizes environmental sustainability or also called ecotourism . Application of these concepts one of which is in the Village, which is the current tourist trend . Object of research by the author is Village Tourism Brayut , Pandowoharjo , Sleman , Yogyakarta , who pioneered since 1999 and is the oldest village in Sleman Tourism . Data collection techniques that authors use the method of interview , observation and study the literature . Of interview , observation and study the literature , the writers describe the implementation of ecotourism in Brayut Tourism Village , and the authors found that development constraints occur there in . From the data processing is known ecotourism activities contained in the Brayut Tourism Village is tracking , camping , and botanical study with a land area of ecotourism by 40 % , the rest is residential.tourist who came to the Brayut Tourism Village is ecotourism from various regions , including Java , outside Java , and abroad . From 2007 to May 2013 as many as 11 912 tourists as 50 % are students ( ages 6-17 years ) , students from various faculties 9 % , and the public as much as 41 % . Of travelers and 11 912 , 2 % are foreign tourists and 98 % were domestic tourists with total as many as 275 as many as 11,637 domestic tourists and travelers . This shows the level of traffic is still dominated by domestic tourists. Further development of resistance , the authors describe the direction for future tourism development such as the development of alternative tracking trails physical form and the concept of outdoor tours , attractions such as the development of the environment and conservation of rare plant conservation , environmental awareness , and the development of additional amenities such as trash cans in the area of Village Tourism , the addition of markers (signing ) to ban or warning as ban throwing garbage in the river
Kata Kunci : -