Laporkan Masalah

MASTERPLAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT STASIUN MANGGARAI: TINJAUAN KESESUAIAN TERHADAP KONDISI IDEAL TEORI DAN KONDISI EKSISTING KAWASAN

NUR AZIZAH IRAWATI, M.Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D.Eng

2013 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Tingginya tingkat urbanisasi di DKI Jakarta menyebabkan timbulnya permasalahan di Ibukota, baik masalah kemacetan sebagai akibat tingginya pergerakan dari tempat tinggal menuju lokasi kerja akibat bergesernya permukiman ke pinggiran kota bagi masyarakat menengah ke atas maupun kekumuhan akibat penempatan tanah illegal oleh masyarakat menengah ke bawah. Tanpa didukung dengan transportasi masal yang memadai, kemacetan Jakarta menjadi masalah besar yang dirasakan Masyarakat sehari-hari. Permasalahan inilah yang disadari oleh Pemerintah Daerah sebagai permasalahan yang harus segera diselesaikan. Melalui upaya perencanaan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2030 pemerintah mencoba memperbaiki permasalahan tersebut. Dengan konsep TOD yang cenderung baru untuk diterapkan di Jakarta, Manggarai menjadi kawasan pertama yang memiliki dokumen masterplan Kawasan TOD berbasis stasiun. Melalui kesamaan karakteristik wilayah pada wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan TOD, Uji kemungkinan penerapan TOD Manggarai dimaksudkan untuk melihat kemungkinan penerapan dan strategi implementasi yang dapat dilakukan sebagai masukan dalam perencanaan kawasan TOD lain di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif dengan pradigma rasionalistik. Penelitian didasarkan pada rencana Masterplan TOD Stasiun Manggarai dari Dinas Tata Ruang DKI Jakarta sehingga dasar dalam penetuan lokasi, batasan penelitian dan bahasan menggunakan masterplan sebagai sumber utama. Masterplan TOD Stasiun Manggarai dilihat darii hasil skoring terhadap kemungkinan implementasinya, sudah mampu memenuhi 89.68% dari kesesuaiannya dengan kondisi ideal, tetapi melalui analisa dengan kondisi eksisting, masterplan hanya umampu memenuhi 57,59%. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk dapat diimplementasikan, masterplan perlu disesuaikan kembali dengan kondisi eksisting. Selain itu juga diperlukan strategi agar dapat mewujudkan tujuan utama TOD yaitu sebagai solusi kemacetan dan kebutuhan lahan.i

The high urbanization in Jakarta has led many issues in the capital, either as a result of high congestion problems caused by a high rate of movement from the residence to the work site due to the settlements shifting to the suburbs for the middle to upper classes or slum areas caused by illegal land placement of middle to lower classes. Not supported by adequate mass transportation, congestion in Jakarta becomes a major problem the society perceives daily. The local government realizes that this problem must be solved as soon as possible. Through Transit Oriented Development (TOD) regional planning effort in the Spatial Plan of Jakarta in 2030, the government tries to resolve the problem. With the new concept of TOD applied in Jakarta, Manggarai becomes the first region having master plan document of station-based TOD area. Through similar characteristics in areas designated as TOD area, the possibility test of the application of Manggarai TOD is intended to look at the possibility of the application and implementation strategies which can be used as an input in planning other TOD areas in Jakarta. This study uses qualitative deductive method with rationalistic paradigm. The research is based on the master plan of Manggarai Station TOD from Dinas Tata Ruang Jakarta so the basis in the determination of the location, limitation of the study and discussion use the master plan as the primary source. Seen from the scoring result of the possibility of implementation, master plan of Manggarai Station TOD has been able to meet 89.68 % in compliance with the ideal conditions, but through the analysis of the existing condition, the master plan only fulfills 57.59 %. These results suggest that, to be implemented, the master plan needs to be adjusted to the existing condition. In addition, certain strategies are needed in order to bring the main purpose of TOD in reality, i.e as a solution for congestion problem and the need for land.

Kata Kunci : Masterplan TOD, Kesesuaian, Transportasi, Guna Lahan, Stasiun Manggarai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.