Laporkan Masalah

Manajemen air irigasi ditinjau dari sisi petani :: Penelitian kasus di daerah irigasi Muara Riben

MANURUNG, Binsar, Dr.Ir. Fatchan Nurrochmad, MAgr

2001 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bendung Muara Riben adalah sumber utama penyediaan air untuk daerah irigasi Muara Riben seluas 2634 ha, yang tersebar di 15 petak tersier. Pada saat-saat musim kering, air yang tersedia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, yang mengakibatkan sebagian petani gagal panen, serta mengakibatkan konflik kebutuhan air. Manajemen yang telah dilakukan untuk pemberian air ke 15 petak tersier tersebut masih terlalu sederhana dan tidak metnperhatikan keterkaitan jaringan irigasi secara terpadu dengan ketersediaan air irigasi efektif, sehingga hasil yang diperoleh tidak mencapai optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan serta memprogramkan pembagian air sebagai acuan P3A. Penelitian manajemen air irigasi ditinjau dari sisi petani di daerah irigasi Muara Riben, dilakukan dengan membagikan kuesioner untuk 100 responden, dari 15 organisasi P3A. Kuesioner terdiri atas 40 pertanyaan yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu 20 pertanyaan berhubungan dengan faktor— faktor internal ( faktor-faktor dari dalam organisasi P3A itu sendiri ) dan 20 pertanyaan lagi berhubungan dengan faktor-faktor eksternal ( faktor faktordari luar organisasi P3A ). Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan metode SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threaths, atau Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman) yang dipakai untuk menentukan strategi pengelolaan air irigasi. Berdasarkan simulasi jadwal tanam dengan menggunakan faktor K ( K adalah perbandingan debit tersedia dengan debit kebutuhan ), maka jadwal tanam optimum untuk golongan I dimulai pada bulan Oktober ke II, dengan pola tanam padi, padi, palawija, sedangkan untuk golongan II dimulai pada November ke dengan pola tanam padi, palawija, padi. Hasil analisis SWOT menghasilkan faktor internal = 2,77 dan faktor eksternal = 1,89. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengaruh manajemen organisasi P3A ( internal ) masih lebih tinggi di banding dengan pengaruh dari luar organisasi P3A ( eksternal ). Hal ini mencerminkan bahwa peluang keberhasilan organisasi P3A cukup tinggi apabila kekuatan dan peluang dimanfaatkan, dan ada usaha mengurangi kelernahan dan ancaman yang ada. Dari beberapa faktor tersebut ahkirnya dapat dibuat pedoman pembagian air bagi pengurus P3A.

Muara Ripen weir is the main intake for supplying irrigation waterof the 2,634 ha of Muara Riben irrigation area, which is spread in 15 tertiary blocks. Due to water insufficiency during the dry season, some farmers experience harvest failure. It also triggers conflicts. Water management applied for the 15 blocks is too simple and does not consider the relation between the integrated irrigation system with the availability of effective water that can not lead to optimal result. This research objective is to determine the strategies and water distribution programs that are going to be used as P3A reference. The study of the irrigation water management, which is based on the farmers' perspective, uses questionnaire as the research tool. The questionnaires are distributed to 100 respondents of 15 P3A organizations. The questionnaire consists of 40 questions that are grouped into two parts. The first 20 questions are related to internal factors (factors that are found inside the P3A organization it self), and the other 20 questions are related to external factors (factors that are found outside the P3A organization). SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Strength) Method is then used for analyzing the questionnaire results. The SWOT analysis results are then used for determining the strategies for the irrigation water management. Based on the simulation of cultivation schedule using K factor (K is the comparison between the water supply and demand), the optimum cultivation schedule for First Group starts in October II with paddy-paddy- palawija pattern. The Second Group starts in the November II with paddy-palawija-paddy pattern. SWOT analysis results present internal and external factor of 2.61 and 1.-89. These values show that the influence of P3A management (internal factor) is more significant than the ones from out side of the organization (external factors). This means that the chance for P3A to be successful is quite great if the strength and opportunity factors are used and if some efforts are put to reduce the weakness and threat factors. Based on these factors, a guidance of water distribution for the P3A administrators is then can be made.

Kata Kunci : Manajemen Irigasi, Hidrologi, Irigasi Pertanian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.