PEMANFAATAN CITRA LANDSAT – 8 UNTUK PEMETAAN TINGKAT KESEHATAN HUTAN DI SEBAGIAN KABUPATEN PURWOREJO MENGGUNAKAN TRANSFORMASI INDEKS VEGETASI PADA ENVI 4.5
RIZKA LUTHFIA, Sigit Heru Murti Budi Santosa, S.Si., M.Si.
2013 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGmonitoring serta pemetaan hutan. Menggunakan citra satelit Landsat – 8, pengolahan dilakukan sehingga menghasilkan peta yang menunjukkan tingkat kesehatan hutan. Peta yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan sumberdaya hutan sehingga dapat disusun rencana pengelolaan jangka panjang. Tingkat kesehatan hutan dapat diketahui, sehingga nantinya dapat pula dilakukan estimasi penyebab kurang maksimalnya produktifitas hutan dalam menyediakan komoditas pendukung kehidupan masyarakat sebagai pengelola hutan. Pemetaan kesehatan hutan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketelitian citra Landsat 8 dalam pemanfaatan pemetaan kesehatan hutan. Selain itu, juga bertujuan dalam memantau persebaran hutan sehat di kawasan hutan rakyat Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan adalah pengolahan citra digital Landsat – 8 menggunakan ENVI 4.5. Proses dilakukan untuk memperoleh indeks vegetasi sebagai parameter dari kesehatan hutan. Indeks vegetasi yang digunakan yaitu NDVI, SIPI dan NDWI. Metode pengambilan sampel di lapangan menggunakan metode acak (stratified random sampling) berdasarkan kelas kerapatan vegetasi hasil indeks NDVI. Dari ketiga indeks kemudian digunakan untuk memperoleh informasi kesehatan hutan melalui Forest Health tools. Luasan setiap tingkatan kesehatan hutan diolah menggunakan ArcGIS 9.3 sekaligus pembuatan layout peta untuk memenuhi syarat tampilan peta secara kartografis. Hasil pengolahan Forest Health tools dibagi menjadi 5 kelas kesehatan hutan yaitu kelas Sangat Buruk dengan persentase 3,73% dari seluruh daerah kajian (9,11 km2) dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Bener, kelas Buruk dengan persentase 13,22% dari seluruh daerah kajian (32,29 km2) dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Bruno, kelas Sedang dengan persentase 17,99% dari seluruh daerah kajian (43,94 km2) dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Bener, kelas Baik dengan persentase 36,96% dari seluruh daerah kajian (90,25 km2) dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Bruno dan kelas Sangat Baik dengan persentase 28,09% dari seluruh daerah kajian (68,59 km2) dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Bruno.
-
Kata Kunci : Kesehatan Hutan, Indeks Vegetasi, Pemetaan