Analisis pemanfaatan sumberdaya air dalam rangka pengembangan wilayah Bendung Gerak Serayu sebagai kawasan wisata
BARKAH, Atiyah, Dr.Ir. Bambang Yulistiyanto
2001 | Tesis | S2 Teknik SipilLokasi di sekitar Bendung Gerak Serayu akan dijadikan obyek wisata sehingga perlu diteliti tentang kebutuhan airnya. Potensi ketersediaan sumberdaya air di daerah studi, khususnya sumber air tanah dan mats air, sangat sedikit, sedangkan potensi air bawah permukaan mempunyai akifer dengan keterusan rendah sampai dengan - sedang, dengan debit kurang dari 5 l/dt (peta hidrogeologi Indonesia, 1996). Maka untuk pemenuhan kebutuhan air di wilayah studi, perlu dianalisis jumlah kebutuhannya untuk menentukan potensi sumberdaya air yang dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan air permukaan akan menemui banyak tantangan, baik tantangan dalam bentuk kualitas, maupun dalam bentuk kuantitas. Tantangan dalam bentuk kualitas, karena air permukaan banyak mengandung sedimen dan kemungkinan besar mudah tercemar, sedangkan tantangan dalam bentuk kuantitas, karena air yang tersedia juga sudah banyak dimanfaatkan. Pada tahap awal penelitian dilakukan kajian terhadap karakteristik daerah studi yang berhubungan dengan karakteristik daerah aliran sungai termasuk tata guna lahan. Dalam analisis data, diperhitungkan tentang ketersediaan air tanah dan air permukaan sebagai potensinya. Analisis kebutuhan air dilakukan untuk memprediksi kebutuhan air pada rencana kawasan wisata Bendung Gerak Serayu, yang antara lain untuk taman, perikanan, kolam renang, pqrkantoran, restoran dan hotel. Dari hasil analisis ketersediaan dan kebutuhan air, maka akan didapatkan imbangan air di daerah tersebut yang selanjutnya akan digunakan sebagai perancangan pemenuhan kebutuhan. Hasil studi menunjukkan bahwa kebutuhan air total untuk obyek bendung Gerak Serayu adalah 3,04 l/dt (lebih kecil dari debit air tanah yaitu 5 l/dt), sehingga potensi air yang digunakan dapat berupa potensi air tanah saja. Kebutuhan air untuk obyek wisata bendung gerak Serayu yang paling dominan adalah untuk sarana rekreasi air dan kolam renang, yaitu sebanyak 2,364 l/dt. Sebagai tambahan hasil pemeriksaan kualitas air menunjukkan bahwa kandungan unsur F (Fluoride) paling sedikit 1,702 mg/l lebih besar dari yang disyaratkan (1,500 mg/l) sebagai air bersih sehingga perlu dilakukan pengolahan (treatment) untuk menetralkan unsur F tersebut dengan proses reverse osmosis, electro dialisis, oxidation and disinfection, juga activated carbon.
Due to the tourism object plan at the surrounding location of Serayu Movable Weir, a study on the water demand of the related area is required. The water resources availability of the command area especially in the from of ground and spring _water, is very low, while the subsurface water condition has the aquifer with the discharge of less than 5 lt./sec (Indonesian Hydrological Map, 1996). Thus, to fulfillment the demand of water in the command area, sufficient analysis towards the water demand to define the potential of water resources is required. Runoff exploitation possesses challenges, both quality and quantity. Quality challenge appears because runoff contains a lot of sediment and contamination possibility. Quantity challenge appears because water supply has been greatly utilized. Initial step is carried out through study on the characteristic of the command area, including the land use planning. In conducting data analysis, groundwater and ninoff availability is considered as the potentials. Water demand analysis is conducted to predict the water demand of Serayu Movable Weir tourism plan area, such as parks, fishery purposes, swimming pool, offices, restaurants and hotels. Based on the supply and demand analysis, water balance of the command area is obtained, and this will be used as the basic design of the demand fulfillment. Result of study shows that total water demand of Serayu Movable Weir tourism object is 3,04 l/sec (smaller than the ground water discharge, which is 5 l/sec). This may be obtained from the exploitation of ground water only. The most dominant demand for water on the tourism object area is for water recreation and swimming pools i.e. 2.364 l/sec. In addition, from the observation water quality, the fluoride (F) content (at least 1.702 me) is larger than the permissible value (1.500 mg/l). It is then recommended to neutralize using chemical process such as reverse osmosis, Electra dialysis, oxidation and disinfecting, as well as activated carbonation.
Kata Kunci : Sumber Daya Air,Pengembangan Wisata