PEMETAAN TINGKAT KEBISINGAN DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
BUDI SETYAWAN, Dra. Endang Saraswati, M.S.
2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHKota-kota besar di Indonesia yang mengalami perkembangan sangat pesat dalam bidang industri, sarana transportasi, perluasan daerah pemukiman dan lain sebagainya. Dampak dari perkembangan tersebut antara lain banyaknya permukiman dan sarana kegiatan manusia sehari-hari lainnya yang berdekatan dengan sumber kebisingan seperti : daerah industri, berhadapan langsung dengan jalan raya, bandar udara, rel kereta api dan lain sebagainya. Seiring dengan meningkatnya perkembangan tersebut, membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia yang salah satunya adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan citra Quickbird untuk memperoleh variabel-variabel yang mempengaruhi tingkat kebisingan, mengetahui pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan peta tingkat kebisingan dan memetakan persebaran tingkat kebisingan di lingkungan kampus UGM menggunakan Citra Quickbird. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan pengambilan data secara purposive sampling dan analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan kegiatan survei lapangan dan pengolahan data menggunakan Sistem Informasi Geografis diperoleh hasil bahwa di lingkungan kampus UGM memiliki 4 klasifikasi tingkat kebisingan yaitu klasifikasi tidak bising dengan nilai kebisingan sebesar 57,02 dB, klasifikasi agak tidak bising dengan nilai kebisingan sebesar 59,19 dB, klasifikasi sedang dengan nilai kebisingan sebesar 60,84 dB dan 61,44 dB, dan klasifikasi bising dengan nilai kebisingan sebesar 66,39 dB
There are many big cities in Indonesia which have experienced a massive development in industrial sector, transportation, settlement expansion, etc. The impact of this development can be seen from the number of growing settlement and public facilities located near noise source such as : industrial areas, roadways, airports, railways, etc. Noise, one of the negative effects in human life, emerges as the development continues to increase. This research aims to figure out the ability of Quickbird image to get variables affecting the noise level, to know the use of Geographical Information System (GIS) to produce noise level map and to draw the spreads of noise level map in campus area of Gadjah Mada University using Quickbird image. This research uses filed survey method with purposive data sampling and the data analysis itself is conducted qualitatively and quantitatively. The result based on field survey and data processing using Geographical Information System, it can be concluded that noise level in campus area of Gadjah Mada University has four classifications. They are non-noisy classification with noise level at 57,02 dB, average-noise classification at 59,19 dB, medium-noisy classification at 60,84 dB and 61,44 dB, and the high-noisy classification with noise level at 66,39 dB
Kata Kunci : Kebisingan, Pemetaan, Klasifikasi