Laporkan Masalah

PEMISAHAN BETAKAROTEN DARI OLEIN MINYAK SAWIT MENGGUNAKAN FRAKSINASI BERTAHAP PADA SUHU RENDAH DENGAN PENAMBAHAN INTI KRISTAL STEARIN

RM ADHITYA HERFI YUWONO, Ir. Indyah Sulistya Utami, MS

2013 | Skripsi | TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIAN

  Minyak sawit kasar mengandung betakaroten dengan konsentrasi yang cukup tinggi yaitu (500-700) ppm. Namun dalam proses pengolahan lebih lanjut pada komoditi minyak sawit, betakaroten sengaja dirusak dengan proses pemanasan. Hal ini dilakukan karena konsumen menginginkan produk minyak sawit yang bening dan pucat. Pemisahan betakaroten yang sudah dilakukan adalah fraksinasi pada suhu rendah. Tetapi dalam proses fraksinasi tersebut belum dilakukan penambahan inti kristal sehingga perlu diteliti lebih lanjut mengenai penggunaan inti kristal dalam proses fraksinasi betakaroten pada suhu rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh untuk melakukan recovery terhadap betakaroten yang terkandung di dalam minyak sawit kasar. Variabel pada penelitian ini adalah variasi jumlah penambahan inti kristal stearin dan ukuran inti kristal stearin yang digunakan. Fraksi olein dicampur dengan pelarut Petroleum Eter dengan rasio olein banding Petroleum Eter 1:4 (b/b). Kemudian ditambahkan inti kristal stearin dengan berbagai ukuran 294,8 μm, 513,6 μm, 623,5 μm sebanyak 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Kemudian dilakukan fraksinasi suhu rendah secara bertahap menggunakan suhu 20 o C, 15 o C, 4 o C. Konsentrasi betakaroten yang diperoleh dianalisis menggunakan metode spektrofotometer. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode oneway ANOVA tingkat signifikansi 0,05 %. Uji pembedaan menggunakan metode Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kristal yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap konsentrasi betakaroten yang didapat. Sedangkan jumlah penambahan inti kristal yang dapat menghasilkan betakaroten dengan konsentrasi tertinggi adalah penambahan inti kristal sebanyak 1 % (938,47 ppm) dan 5% (952,92 ppm) tetapi konsentrasi yang dihasilkan oleh kedua persentase penambahan tersebut tidak berbeda nyata. Perlakuan untuk mendapatkan betakaroten dengan konsentrasi yang tertinggi adalah dengan penambahan inti kristal yang diperoleh dengan inkubasi selama 1 hari sebanyak 1%

CPO contain high concentration of betacarotene (500-700) ppm. In the further processing of CPO, betacarotene is intentionally damaged by heating process because the consumer acceptance to pale and clear product is high so that need a method to recover betacarotene from CPO that did at low temperature. Method that was commonly used is fractination at low temperature (Hernawati, 2008). The important point of this method is crystal forming. But, studies of fractination at low temeperature to recover betacarotene with seedling is still limited, so we need to explore more about this potency. Crystal seeds size and addition percentage of crystal seeds would be variable in this research. Olein was mixed with Petroleum Eter in 1:4 (w/w) ratio. Then stearin crystal seeds in various size were added (1%, 2%, 3%, 4%, 5%). Then sample was fractionated at low. Then temperature was decreased step by step start at 20 o C, 15 o C, 4 o C. Analysis of betacarotene concentration used spechtrophotometer. The data obtained then were analyzed using oneway ANOVA with significance levels of 0.05%. Differentiation test was held using Duncan method. The results showed that crystal seeds size that used as variable in this research did not show significant different to betacarotene concentration. addition 1% and 5% of crystal seeds could recover betacarotene in highest concentration (938,47 ppm and 952,92 ppm). But the betacarotene concentration between addition 1% and 5% of crystal seeds was not significantly different. Addition 1% of crystal seeds obtained by 1 day incubation (294,8 μm) could recover betacarotene in highest concentration

Kata Kunci : MSK, Olein, Betakaroten, Kristal, Stearin, Inti Kristal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.