Laporkan Masalah

PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK ZONASI LAHAN KRITIS DI DAS OPAK

SHINTA GALUH KRISTINA, Sigit Heru Murti Budi Santosa, S.Si., M.Si.

2013 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kekritisan lahan di DAS Opak dengan menggunakan perbandingan dua metode, yaitu (1) metode RLPS dan metode Asdak. (2) Mengetahui tingkat ketelitian hasil pemetaan lahan kritis di Das Opak berdasarkan metode RLPS dan metode Asdak. Citra satelit Landsat 8 yang digunakan sebagai salah satu sumber data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif berjenjang tertimbang dengan mengalikan skor – skor pada masing masing parameter dengan nilai bobot. Penyusunan penilaian lahan kritis dengan metode RLPS menggunakan parameter kerapatan tajuk, manajemen kawasan, tingkat produktivitas, tingkat bahaya erosi dan kemiringan lereng. Penilaian lahan kritis dengan metode Asdak menggunakan parameter berupa : penggunaan lahan, pola aliran, kemiringan lereng, topografi dan tingkat bahaya erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian lahan kritis pada DAS Opak dengan metode RLPS terdapat empat klasifikasi kekritisan lahan yaitu tidak kritis sebesar 84,38%, sedangkan lahan potensial kritis sebesar 13,09 % , lahan agak kritis sebesar 2,15 % dan lahan kritis sebesar 0,4 %. Pada umumnya lahan tidak kritis berada di kawasan budidaya pertanian, sedangkan lahan potensial kritis sampai lahan kritis sebagian besar berada di kawasan lindung diluar kawasan hutan. Penilaian kekritisan lahan menurut metode Asdak DAS Opak sebagian besar berupa lahan tidak kritis dengan persentase 30,9 % , diikuti dengan lahan potensial kritis sebesar 23,5 % , lahan agak kritis sebesar 27,4 % , lahan kritis sebesar 4,5 % dan lahan sangat kritis sebesar 13,7 %. Hasil perbandingan kedua metode diatas dapat disimpulkan bahwa metode RLPS tingkat ketelitiannya untuk penilaian lahan kritis di DAS Opak lebih akurat dibanding dengan metode Asdak. Hasil ketelitian tersebut didapatkan dari hasil uji akurasi yang menunjukkan bahwa metode RLPS keakuratannya sebesar 74,19% sedangkan keakuratan metode Asdak sebesr 45%

-

Kata Kunci : Lahan Kritis, Tingkat bahaya erosi (TBE), Daerah Aliran Sungai (DAS), Penginderaan Jauh (PJ), Sistem Informasi Geografi (SIG)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.