Laporkan Masalah

PERBEDAAN TINGKAT ASUPAN ISOFLAVON PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN ORANG SEHAT DI RUMAH SAKIT

I WAYAN DWIJA KARYASA, dr. Johan Kurnianda, SpPD-KHOM.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit kronik yang tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan khususnya di Jawa Timur. Penyebab kanker payudara belum dapat dijelaskan, penelitian menunjukkan beberapa faktor risiko meliputi hormonal, genetik, reproduksi dan endokrin. Terdapat senyawa isoflavon pada kedelai yang diketahui sebagai anti kanker dengan aktifitas anti estrogen. Tujuan Penelitian: Secara umum penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan isoflavon pada pasien kanker payudara dengan orang sehat di rumah sakit. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional menggunakan rancangan matched case control study dengan perbandingan 1 : 2 yang di matched status menopause. Kasus adalah pasien kanker payudara estrogen reseftor positif yang baru terdiagnosis pada kunjungan pertama di Poli Bedah Onkologi rawat jalan Rumah Sakit. Kontrol adalah pegawai yang dinyatakan sehat berdasarkan hasil uji kesehatan di Rumkital Dr Ramelan Surabaya. Lokasi penelitian di beberapa Rumah Sakit di kota Surabaya. Jumlah sampel kasus 49 orang dan kontrol sebanyak 98 orang dengan subjek 147 Orang yang ditentukan dengan metode konsekutif. Data yang dikumpulkan yaitu Identitas sampel, berat badan, tinggi badan, asupan isoflavon, dan riwayat keluarga, penggunaan terapi sulih hormon dan paritas. Asupan isoflavon dikumpulkan dengan Semiquantitatif Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ), di uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square, Odds Ratio (OR) dan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan asupan isoflavon dan riwayat keluarga antara kasus dan kontrol (p < 0,05) dan menunjukan adanya hubungan antara asupan isoflavon (OR : 2,85 ; p value : 0,007) dan riwayat keluarga (OR : 18 ; p value : 0,002) dengan kejadian kanker payudara. Hasil lain menunjukkan tidak terdapat perbedaan status obesitas, paritas dan penggunaan terapi sulih hormon. Kesimpulan: Ada perbedaan asupan isoflavon pasien kanker payudara dibandingkan dengan orang sehat. Orang dengan asupan isoflavon yang kurang 2,85 kali berisiko terkena kanker payudara tetapi tidak ada perbedaan status obesitas pasien kanker payudara dibandingkan dengan orang sehat.

Background: Breast cancer is non communicable chronic disease the prevalence of which is increasing all over the world, including in Indonesia and particularly East Java. Causes of breast cancer are unknown. Some studies show risk factors of breast cancer are hormonal, genetic, reproductive and endocrinologic factors. There is isoflavon compound in soybeans that is known as anti cancer with anti estrogen activities. Objective: In general the study was aimed to identify the difference in isoflavon intake in breast cancer patients and healthy people in hospitals. Method: The study was analytic observational using matched case control study design at comparison 1:2 with matching on status of menopause. Cases were positive receptor estrogen breast cancer patients newly diagnosed during the first visit at hospital outpatient Oncologic Surgery Polyclinic. Controls were staff considered healthy based on the result of health examination at Dr. Ramelan Naval Hospital of Surabaya. Cases comprised 49 people and controls 98 people taken through consecutive method. Data consisted of identity of samples, weight, height, isoflavon intake, family history, use of hormon replacement therapy and parity. Intake of isoflavon was obtained from Semiquantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ) and statistical test used chi square and Odd Ratio (OR). Result: There was difference in isoflavon intake and family history between cases and controls (p<0.05) and there was association between isoflavon intake and (OR:2.85; p value : 0.007) and family history (OR:18 ; p value : 0.002) and the incidence of breast cancer. There was no association between status of obesity, parity, and use of hormon replacement therapy. Conclusion: There are differences in isoflavone intake of breast cancer patients compared with healthy people. Isoflavone intake less 2.85 times the risk of breast cancer but there was no difference in the status of obese breast cancer patients compared to healthy individuals.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.