Laporkan Masalah

Strategi KAMMI dalam Penguatan Gerakan Mahasiswa Pasca Reformasi

DEFRI DARYANTO, Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA

2013 | Skripsi | Sosiologi

Pasca reformasi, muncul pesimisme di kalangan pengamat terhadap gerakan mahasiswa yang dianggap menurun setelah tidak adanya musuh bersama. Padahal belum lama dari meledaknya reformasi, lahir Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang sampai saat ini senantiasa berkembang bahkan cenderung menguat. Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan tentang strategi KAMMI dalam penguatan gerakan mahasiswa pasca reformasi, sekaligus menelusuri latar belakang strategi tersebut dipilih dan implikasinya. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Ruang lingkup dari penelitian ini meliputi KAMMI Komisariat, Daerah, dan Wilayah di Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa dalam menebar dan menguatkan ideologi, KAMMI sangat mengandalkan sistem kaderisasi berupa rekrutmen anggota, Dauroh Marhalah, dan diskusi formal informal. Dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang, isu kebijakan pemerintah menjadi peluang utama dalam membangun aksi. Sementara berikutnya adalah isu korupsi dan isu Islami. Dalam membentuk jaringan, KAMMI utamanya membangun jaringan pada kelompok yang berasal dari gerakan tarbiyah,dan berikutnya membangun relasi elemen eksternal dengan membentuk aliani dan berbagi gagasan. Sementara aksiaksi kolektif KAMMI dilakukan dengan membingkai setiap aksinya dengan empat Paradigma KAMMI. Dari penelitian ini diketahui sebab pemilihan strategi tersebut adalah atas pengaruh gerakan tarbiyah dan tokoh atau gerakan lokal yang sejalan dengan garis perjuangan KAMMI. Sementara implikasi atas strategi gerakan tersebut menghasilkan stok pemimpin masa depan, di samping juga memunculkan stigma bahwa KAMMI underbow PKS. Sekalipun secara fakta sulit dibuktikan kebenarannya. Pada akhirnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan menguatnya gerakan mahasiswa terletak pada sejauh mana organisasi pergerakan mahasiswa mampu untuk merekrut anggota baru dengan tepat, kemudian menguatkan ideologinya serta pandai memanfaatkan peluang, jaringan hingga berkreasi dalam melakukan aksi-aksi kolektif yang berparadigma. Implikasi baik positif ataupun negatif mesti ada dalam setiap pengambilan alternatif strategi gerakan dan hal ini dipengaruhi oleh faktorfaktor yang menjadi penyebab dipilihnya strategi gerakan tersebut. Faktor tersebut berupa adanya pengaruh dari gerakan dan ideologi yang menjadi induk pemikiran, serta ide-ide tokoh atau gerakan lain yang dapat diakomodasi dan tidak bertentangan bahkan sejalan dengan pemikiran induk gerakan

-

Kata Kunci : kunci: gerakan mahasiswa, strategi, ideologi, peluang, jaringan, aksi kolektif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.