Laporkan Masalah

KONVERSI HUTAN MANGROVE TAHUN 1998-2009, PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI PERIKANAN DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI SEGARA ANAKAN, KECAMATAN KAMPUNG LAUT, KABUPATEN CILACAP

RIFQYANI EKA PRATIWI, Drs. Joko Christano, M.Sc

2013 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kawasan mangrove di Cilacap berbatasan dengan Segara Anakan. Segara Anakan merupakan wilayah ekosistem Estuaria yaitu Estuaria Laguna Segara Anakan. Ekosistem hutan mangrove bersifat sangat peka dan rawan terhadap gangguan aktivitas manusia, maka pengrusakan terhadap ekosistem hutan mangrove bukan saja hanya akan mengakibatkan terjadinya erosi pantai namun juga penurunan kesuburan dan produktivitas perikanan . Tujuan dari penelitian ini ada tiga, yaitu: (a) mengidentifikasi karakteristik konversi hutan mangrove yang terjadi pada kurun waktu tahun 1998 sampai dengan tahun 2010, (b) mengetahui pengaruh konversi hutan mangrove dengan produksi perikanan di Desa Ujung Alang, dan (c) Mengkaji dampak sosial ekonomi yang terjadi akibat konversi hutan mangrove di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut. Metode penelitian ini adalah survei dengan cara analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang dikombinasikan dengan data sekunder dan data primer yang berupa hasil wawancara. nilai korelasi 0,26 maka Untuk mengidentifikasi karakteristik konversi mangrove menggunakan cara overlay peta penggunaan lahan dalam kurun waktu 1998-2009. Untuk mengetahui hubungan antara konversi mangrove dan produksi perikanan digunakan uji Korelasi Pearson dan uji beda (Uji-T) untuk mengetahui perbedaan jumlah pendapatan, jumlah hasil tangkapan dan keragaman jenis hasil tangkapan sebelum dan sesudah kerusakan. kekuatan hubungan Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: (a) terjadi penurunan luas hutan mangrove di kawasan Segara Anakan, pada periode tahun 1998-2003 dan tahun 2003-2009 dengan mengalami penurunan yaitu pada tahun 2009 hanya tinggal 6.546,10 hektar, (b) terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai 0,039 dan antara konversi hutan mangrove dengan produksi perikanan tangkap di Desa Ujung Alang adalah sedang dan (c) terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan responden di Desa Ujung Alang sebelum kerusakan dan setelah kerusakan hutan mangrove dengan signifikasi sama dengan 0 pada taraf kepercayaan 99%

angrove areas i M n Cilacap bordering to Segara Anakan. Segara Anakan is Estuary Lagoon in Segara Anakan ecosystem. Mangrove forest ecosystems are very sensitive and prone to disturbance of human activity, the destruction of mangrove forest ecosystems will not only lead to coastal erosion but also a decrease in fertility and productivity of fisheries. There are three purpose of this study: (a) to identify the characteristics of the mangrove forest conversion that occurred during 1998 to 2010, (b) to determine the effect of conversion of mangrove forests to fish production in Ujung Alang village, and (c) Review socio-economic impacts caused by the conversion of mangrove forest in Ujung Alang village, Kampung Laut. This research method is a survey by means of quantitative analysis and qualitative descriptive data combined with secondary data and primary data in the form of interviews. To identify the characteristics of mangrove conversion using land use map overlay method in the period 1998-2009. To determine the relationship between the conversion of mangroves and fisheries production using Pearson correlation test and to determine differences in the amount of revenue, the amount of the catch and the diversity of the catch before and after damage was used different test (T-test). The results of this study are : (a) is happened a reduction in mangrove forest area in Segara Anakan, in the period 1998-2003 and 2003-2009 with decreased in 2009 only stayed 6546.10 hectares from 7.152,17 hectares in 1998 (b) there is significant correlation with the value of 0.039 and 0.26 correlation between the strength of the relationship with the conversion of mangrove forests and fisheries production in the Ujung Alang village is average, and (c) there is significant differences between respondents' income in the Ujung Alang village before damage and after damage to the mangrove forest significance equal to 0 at 99% level

Kata Kunci : Konversi Mangrove, Produksi Perikanan, Sosial Ekonomi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.