Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap volume limpasan langsung di Kali Boyong lereng Merapi
SUMARAUW, Jeffry Swingly Frans, Dr.Ir. H. Darmanto, Dip.HE.,MSc
2001 | Tesis | S2 Teknik SipilPeningkatan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal malun lama makin bertambah. Lereng Merapi dengan berbagai kelebihannya, menarik banyak orang untuk tinggal di sana. Daerah yang semula merupakan lahan pertanian berubah menjadi areal pemukiman. Perubahan tata guna lahan akan menimbulkan dampak terhadap aspek hidrologi antara lain, berubahnya sifat aliran seperti volume limpasan langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang dampak perubahan tata guna lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Boyong terhadap volume hujan yang menjadi limpasan langsung di kali Boyong, pada titik pengamatan Code-Pogung. Dipilih pasangan data curah hujan dan stasiun pencatat hujan Q sekitar DAS Boyong, dan data hidrograf limpasan langsung terukur di kali Boyong pada titik pengamatan Code-Pogung, yang diyakini bahwa hidrograf limpasan langsung terukur yang dipilih, diakibatkan oleh curah hujan yang Qpilih. Hidrograf limpasan langsung terukur di titik Pogung diolah dari data tinggi muka air hasil pencatatan Automatic Water LeveE Recorder (AWR) dengan persamaan rating curve dari stasiun hidrometri Pogung. Hidrograf limpasan langsung hitungan akibat curah hujan terpilih, dibangun dengan menggunakan metode Mod$ed Rational. Koefisien runof (c), ditetapkan dengan metode Runof Curve Number, yang memperlutungkan faktor tata guna lahan. Volume limpasan langsung hitungan adalah luas daerah dibawah kurva hidrograf limpasan langsung hitungan. Hasil hitungan volume limpasan langsung, dikalibrasi dengan volume limpasan langsung terukur, sehingga didapatkan faktor koreksi terhadap koefisien yang digunakan. Volume limpasan langsung yang terjadi akibat curah hujan dan perubahan tata guna lahan, dihitung dengan koefisien yang sudah dikoreksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perubahan tata guna lahan di DAS Boyong dari komposisi 43,782 % sawah, 12,395 % tegalan, 18,263 % perurnahan, 25,56 % lainnya (hutan, tandus, lain-lain) pada tahun 1990, menjaQ 43,082 % sawah, 12,124 % tegalan, 19,236 % perurnahan, 25,56 % lainnya (hutan, tandus, lain-lain) pada tahun 1998, menyebabkan perubahan volume limpasan langsung di kali Boyong pada titik pengamatan Code-Pogung. Perubahan volume limpasan langsung ditandai dengan meningkatnya nilai perbandingan antara volume limpasan langsung dan volume curah hujan. Peningkatan nilai perbandingan antara volume limpasan langsung dengan volume curah hujan akibat perubahan tata guna lahan, mengikuti trend linier dengan persamaan, y = -144,057 + 2 , 5 0 2 ~+2~, 587x2 +2,568x3- 1 , 7 3 6 ~ ~ . Variabel y adalah nilai perbandingan antara volume limpasan langsung dengan volume curah hujan, sedangkan XI, x2, x3 dan masing-masing adalah prosentasi luas sawah, tegalan, perurnahan dan lainnya, terhadap luas total DAS.
The increasing of population in Merapi area has gradually change the land-use. The land-use changing will affects the hydrologic aspects such as direct runoff volume. The objective of this sbdy is to evaluate the effect of the land-use changing in Boyong river basin (DM Boyong). Base on the hydrological point of view the land condition will significantly impact the amount of direct runoff volume at Boyong river basin at Code-Pogung monitoring point. Base on the rainfall data from the rainfall station at the surrounding DAS Boyong, the direct runoff hydrograph was derived from the Automatic Water Level Recorder (AWLR) data measured at Pogung. The direct runoff hydrograph from the chosen rainfall was constructed by Modified Rational method. The runoff coefficient was determined with Runoff Curve Number method, considering the land-use condition. The direct runoff volume can be determined &om the runoff hydrograph curve and the result was calibrated to the measurement drrect runoff volume. From this procedure it will be gotten a correction factor to the coefficient used. The direct runoff volume occurred at Boyong River, resulting fiom the rainfall and the land-use changing using the correction factor the direct runoff volume at Boyong River can be estimated directly. The study shows that at DAS Boyong, the land-use changing gradually fiom the composition of 43,782 % paddy field, 12,395 % fbm, 18,263 % residential, 25,56 % others in 1990, to 43,082 % paddy field, 12,124 % farm, 19,236 % residential, 25,56 % others in 1998 effected in direct runoff volume change at Boyong river at Code-Pogung monitoring point. The changing of direct runoff volume was marked with the increasing of comparison rate between the direct runoff volume and the rainfall volume. It is clear that land-use changing cause the increasing of the comparison rate between the direct runoff volume and the rainfall volume. This result can be expressed by the equation as followed : y = -144,057+ 2,502.~+~ 2 , 5 8 7 ~+~ 2 , 5 6 8 ~-1~, 736~~T. he y variable is represent the value of comparison rate between the direct runoff volume and the rainfall volume, where XI, x2, x3 and x4 are represent percentage area of paddy field, farm, residential and others, to the total area of DAS.
Kata Kunci : Hidrologi,Perubahan Tata Guna Lahan,Limpasan DAS Boyong