PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN TINGKAT BAHAYA KEBAKARAN DI SEBAGIAN KOTA SURAKARTA
YUNIAR ADIARTO, Dr. R. Suharyadi, M.Sc.
2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat ketelitian interpretasi citra Quickbird dalam menilai variabel-variabel yang bepengaruh terhadap bahaya kebakaran dan menyusun pemodelan spasial tingkat bahaya kebakaran menggunakan citra Quickbird dan sistem informasi geografis (SIG) di sebagian Kota Surakarta. Sumber data primer yang digunakan dalam pemetaan tingkat bahaya kebakaran ini diperoleh dari interpretasi citra Quickbird dan survei lapangan. Metode yang digunakan adalah dengan menilai variabel kepadatan, tata letak, ukuran, dan kualitas bahan bangunan, serta lebar jalan masuk, ketersediaan hidran, dan jarak terhadap kantor pemadam kebakaran. SIG dimanfaatkan untuk memperoleh nilai tingkat bahaya kebakaran melalui metode tumpang susun dengan pengharkatan berjenjang tertimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketelitian interpretasi citra Quickbird sebesar 90,8 %, dan terdapat 5 kelas bahaya kebakaran yaitu kelas I (tidak bahaya) seluas 16,88 ha, kelas II (bahaya rendah) seluas 33,15 ha, kelas III (bahaya sedang) seluas 183,12 ha dan kelas IV (bahaya tinggi) seluas 141,73 ha, dan kelas V (sangat bahaya) seluas 1,63 ha. Kondisi blok bangunan dengan kelas sangat bahaya kebakaran dicirikan dengan tingkat kepadatan tinggi, tata letak tidak teratur, didominasi oleh bangunan berukuran kecil, kualitas bahan bangunan semi permanen, lebar akses jalan masuk kurang dari 3 meter, tidak terlayani oleh hidran, dan berjarak lebih dari 3000 meter dari kantor pemadam kebakaran
The purpose of this research is to examine the accuracy level of the Quickbird satellite imagery interpretation in determining the variables which affecting fire hazard, and obtain mapping of fire hazard level using Quickbird satellite imagery and Geographic Information System (GIS) in parts of Surakarta municipality. taken from the The source of primary data used in mapping the fire hazard level is interpretation of Quickbird satellite imagery and on-site survey. The methods used in mapping the fire hazard level are by determine the variables of density, layout and dimension, building material quality, access road, fire hydrant availability and the distance to the nearest Fire Department. GIS is used to obtain the fire hazard level using the weighted overlay method. , The research shows a value of 90.8% for the accuracy of interpretation of Quickbird satellite imagery, resulting in 5 fire hazard levels which are Level I (non-hazard) with area of 16,88 ha; Level II (low) with area of 33,15 ha; Level III (medium) with area of 183,12 ha; Level IV (high) with area of 141,73 ha; and Level V (very high) with area of 1,63 ha. The condition of building blocks in the very high hazard level are characterized with high density area, irregular layout, dominated by small-sized buildings built by semipermanent material, less than 3 meters width of access road, uncovered by fire hydrant, and are over than 3000 meter from the nearest fire department
Kata Kunci : Citra Quickbird, Sistem Informasi Geografis, Bahaya Kebakaran