Pengaruh penjebak udara dengan menggunakan katub solenoida terhadap perubahan tekanan dan pola aliran dua fase gas-cair pada pipa horisontal
NAURI, Imam Muda, Dr.Ir. Indarto, DEA
2001 | Tesis | S2 Teknik MesinPada beberapa keperluan industri terutama indusiri kimia, kontaminasi gasiudara kedalam suatu larutan kadang perlu dikurangi bahkan perlu dihindari agar fase larutan tetap tunggal disepanjang saluran. Dalam aplikasi di bidang otomotif, gas/udara seringkali menimbulkan sumbatan pada saluran bahan bakar diesel, akibatnya nosel tidak dapat berfungsi dengan balk. Hal ini perlu adanya sub sistem yang dapat mengatasi masalah ini. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin diketahui/ dikaji pengaruh penjebak gas/udara yang dibuat, terhadap penurunan tekanan, fraksi hampa dan perubahan pola aliran, yang dikontrol oleh rangkaian elektronik melalui sepasang sensor (optis) yang didukung op-amp. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa penjebak udara yang dibuat memiliki kerja yang optimal ketika sensor berada pada ketinggian tertentu dan dapat menembus gelembung udara dengan sempunla Pada debit udara yang bervariasi dari Qg=3,38.104 m3/8 hingga Qg=14,38.104 m3/s. dan debit air bervariasi dari Q1=94,64. 104 m3/8 s/d Q1=346,995. 104 m3/s, penjebak udara dapat menurunkan tekanan gas rata-rata 37,72 % dan menurunkan fraksi hampa rata-rata 35,86%. Sedangkan perubahan pola aliran yang terjadi dari kantung ke gelembung hanya terjadi pada Qg=3,38.104 /m3/s dan Q1=346,995. 104 m3/s. Hal ini secara umum lebih disebabkan karena kualitas campuran sangat kecil.
In various industrial requirements particularly chemical industry, gas/air contamination in a solution at times should be eliminated even avoided to maintain a single solution phase along the channel. In automotive application, gas/air often cause clog in diesel fuel pipe, which then does not make the nozzle well functional. From the two phenomena mentioned above, it is necessary to assume that a subsystem should arise to overcome the problems. The objective of this research is to study the effect of gas/air trap controlled by electronic series through a pair of censor (optic) on the pressure drop, void fraction, and change of flow pattern. The result shows that the air trap made works at its optimum when censor is at 12 to 26 mm in high corresponding the rise of gas bubbles in a perfect response. The larger the water debit, the higher the air bubbles found in line. Of the air debit varying from Q.3,38.104 m3/s to Q14,38.104 mils and Water debit varying from Q1=94,64.10"6 m3/s to Q1=346,995.104 m3/s, the air trap can drop the gas pressure of 37,72% in average and can drop the void fractionof 36,85%in average. Meanwhile, the change of flow pattern from bag to bubbles occurs in Qiff3,38.104 m3/s and Q1=346,995.104 m3/s. It is more generally a result of a very small blend quality.
Kata Kunci : Penjebak udara, penurunan tekanan, fraksi hampa, pola aliran, air trap, pressure drop, void fraction and flow pattern