NALISIS EKONOMI TEKN A IK BERBAGAI TIPE PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTM KASUS : H Lokok Putik – Lombok Timur
WIBISONO CAHYO PRAKOSO, Bambang Triatmojo, Prof. Dr. Ir. CES., DEA.
2013 | Skripsi | TEKNIK SIPILRasio elektrifikasi di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 73.37%, menandakan masih banyak energi listrik yang diperlukan. Dari energi yang mampu diproduksi diluar Jawa 44.45% berasal dari PLTD. Sedangankan di Jawa 87.71% energi yang mampu diproduksi berasal dari PLTU. Banyaknya potensi energi alternatif di Indonesia dapat mengganti penggunaan pembangkit dengan bahan bakar seperti PLTD dan PLTU. Tetapi pada umumnya pembangkit listrik dengan energi terbarukan memerlukan biaya investasi yang tinggi tetapi biaya produksi dan perawatan yang rendah, berkebalikan dengan pembangkit listrik dengan bahan bakar. Penelitian ini dilakukan untuk mencari jenis pembangkit tenaga listrik yang paling ekonomis dari PLTA, PLTD, PLTU, PLTN, PLTS dan PLTB. Analisis dilakukan dengan mencari data manfaat dari penjualan listrik, biaya investasi, biaya O&M, bunga pinjaman, pajak pendapatan dan depresiasi dari setiap jenis pembangkit. Kemudian data tersebut dibuat dalam cash flow yang dianalisis investasi dengan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio BCR) dan Internal Rate of Return (IRR). Dari analisis ini dapat diketahui jenis pembangkit yang layak ekonomi. Dari pembangkit yang layang tersebut dilakukan analisis alternatif untuk dapat mengetahui jenis pembangkit mana yang paling ekonomis. Hasil analisis menunjukan pembangkit yang layak berdasarkan hasil analisis investasi adalah PLTU(LNG), PLTA dan PLTB. Dari ketiga jenis pembangkit ini yang paling ekonomis untuk setiap MARR/i berbeda – beda. Untuk MARR/i 5% dan 10% pembangkit yang paling ekonomis adalah PLTB. Sedangkan untuk MARR/i 14.5% pembangkit yang paling ekonomis adalah PLTU (LNG).
-
Kata Kunci : Analisis investasi, analisis alternatif, ekonomi teknik, investasi pembangkit tenaga listrik