Laporkan Masalah

TIPE DAN FUNGSI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA MALANG

AGA PASDA FITRA, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.Sc, Ph.D

2013 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Perkembangan dan pembangunan kota yang pesat selalu menimbulkan dampak berupa masalah lingkungan. Hal ini ditambah dengan semakin terkikisnya ruang-ruang terbuka hijau kota sebagai akibat tingginya permintaan akan kebutuhan lahan. Di Kota Malang, ruang terbuka hijau publik salah satunya diwujudkan dalam bentuk taman ,alun-alun dan median jalan. Ruang-ruang terbuka hijau publik yang disediakan seharusnya mampu mewadahi fungsi ekologis, estetis, dan sosial bahkan ekonomi. Namun terdapat ruang terbuka hijau publik yang ada tidak digunakan masyarakat dan tidak memenuhi fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipologi ruang terbuka hijau publik di Kota Malang dan menilai fungsi-fungsi ruang terbuka hijau yang sanggup diwadahi oleh ruang terbuka hijau publik yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kualitatif.. Metode kualitatif dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan yang dilakukan dengan wawancara kepada instansi terkait atau pengguna taman. Selain itu, pengamatan langsung juga dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif. Data temuan kemudia dianalisis dengan metode deskriptif verivikatif. Terdapat 13 indikator yang diverifikasi dengan data lapangan. Kota Malang memiliki RTH publik yang banyak yaitu berjumlah 64 RTH publik. Bila dilihat dari aspek bentuk, terdapat 44 RTH publik yang berbentuk square atau seperti persegi dan 20 RTH publik berbentuk line atau memanjang. Bila ditinjau dari aspek penggunaan, terdapat 45 common open space dan 19 open space linier. Bila ditinjau dari aspek kegiatan, terdapat 38 RTH publik yang bersifat aktif atau terdapat kegiatan manusia di dalamnya dan 26 bersifat pasif. Bila ditinjau dari aspek fisik, terdapat 59 RTH publik non alami dan 5 RTH publik yang alami. Bila dilihat dari aspek wujud, terdapat 12 RTH publik yang masuk kategori RTH pertanian dan kehutanan, 35 RTH publik masuk kategori RTH pertamanan berupa jalur hijau pada jalan, dan 17 RTH publik yang masuk kategori RTH pertamanan berupa taman. Selanjutnya setelah diverifikasi dengan indikator yang telah ditentukan terdapat 18 RTH publik yang kurang memenuhi fungsi RTH dengan rata-rata indikator yang terpenuhi sebanyak 2 indikator. Terdapat 35 RTH publik yang cukup mampu memenuhi fungsi RTH publik dengan rata-rata indikator yang terpenuhi sebanyak 6 indikator.. Terdapat 11 RTH publik yang mampu memenuhi fungsi RTH dengan rata-rata 10 indikator dapat dipenuhi

The rapid urban expansion and development always pose a problem in environmental impact. This coupled with the destruction of the green open spaces in the city as a result of the high demand for land requirement. In Malang, public green spaces are realized in the form of parks, squares and street medians. Public green open spaces provided should be able to accommodate ecological, aesthetic, social and even economic functions. However, there are public green spaces that are not used by the society and do not fulfill their functions. This study aims to identify the typology of public green open space in Malang and assess the functions of green open space that could be contained by available public green space there. This study used qualitative deductive approach. Qualitative method was done using a list of questions to the interviews conducted with relevant agencies or park users. In addition, direct observation was also conducted to collect qualitative data. Data findings were then analyzed with descriptive verification methods. Thirteen indicators were verified with field data. Malang has a lot of public green space, i.e. 64 public green spaces. Viewed from the shape aspect, there are 44 public green spaces with a square shape and 20 public green spaces with line or elongated shape. V iewed from the usage aspect, there are 45 common open spaces and 19 linear open spaces. Viewed from the activity aspect, there are 38 active public green spaces in which human activates are present there and 26 passive public green spaces. Viewed from the physical aspect, there are 59 non-natural public green spaces and 5 natural public green spaces. Viewed from the form aspect, there are 12 public green spaces in agriculture and forestry category, 35 public green spaces categorized as green landscaping in the form of green line on the road, and 17 public green spaces are categorized as green landscaping in the form of the park. Then, as verified by determined indicators, there are 18 public green spaces which do not meet the green space function with an average of indicators met by 2 indicators. There are 35 public green spaces which are quite capable of fulfilling the functions of a public green space with an average of indicators met by 6 indicators. There are 11 public green spaces which are able to fulfill the function of green space with an average of 10 indicators met

Kata Kunci : ruang terbuka hijau, RTH, ruang terbuka hijau publik, fungsi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.